BLITAR KAWENTAR - Forkastgudd, kafe yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, tepat di selatan pertigaan Herlingga, dikenal bukan hanya karena suasana cozy dan estetiknya, tetapi juga karena program promo pagi yang menarik perhatian banyak orang.
Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, kafe ini memberikan diskon khusus untuk semua varian kopi.
Promo ini menjadi magnet tersendiri, terutama bagi pekerja kantoran yang ingin memulai hari dengan energi baru, mahasiswa yang mencari tempat belajar atau diskusi santai, hingga para pecinta kopi yang gemar menjajal cita rasa berbeda.
Baca Juga: Ternyata Nama Majapahit Bukan dari Keris atau Raja, tapi dari Buah Pahit!
Nuansa pagi di Forkastgudd terasa lebih istimewa. Interior kafe yang ditata dengan detail artistik berpadu dengan cahaya alami yang masuk dari jendela besar, menciptakan atmosfer tenang dan nyaman.
Banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk bekerja dengan laptop, membaca buku, atau sekadar mengobrol ringan sambil menyeruput kopi hangat.
Dengan tambahan musik latar yang lembut, suasana semakin mendukung produktivitas sekaligus relaksasi.
Baca Juga: 20 Ribu Pasukan Mongol Mendarat di Jawa, Malah Jadi Korban Tipu Muslihat Raden Wijaya!
Meski promo kopi menjadi daya tarik utama di pagi hari, Forkastgudd tetap menghadirkan menu andalan yang tak kalah populer.
Hidangan seperti bakmi dan nasi gila dengan berbagai varian selalu menjadi pilihan favorit. Harga yang ramah di kantong. Dengan harga mulai dari Rp15.000 membuat kafe ini tetap inklusif bagi semua kalangan.
Tidak hanya itu, tersedia pula menu ramah anak berupa kids meal dengan porsi pas untuk si kecil, lengkap dengan aktivitas hiburan seperti permainan kartu UNO, Truth or Dare, hingga kegiatan mewarnai.
Baca Juga: Ranggalawe Memberontak! Kisah Pertikaian yang Retakkan Awal Kerajaan Majapahit
Kombinasi antara suasana nyaman, menu variatif, serta promo kopi pagi menjadikan Forkastgudd lebih dari sekadar kafe biasa.
Tempat ini berkembang menjadi ruang interaksi sosial, produktivitas, sekaligus rekreasi sederhana yang mampu membangun kebiasaan baru bagi masyarakat Blitar. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah