BLITAR - Tak banyak pasangan suami istri (Pasutri) bisa sejalan bersama dalam kerja sosial. Apalagi untuk membantu membina keluarga yang baik. Itulah kegiatan pasutri, Futri Zakiyah dan suami, warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok. Kini, keduanya lebih konsen dengan wadah Zafa Berbagi Inspirasi.
Banyaknya kasus perceraian, meningkatnya angka depresi pada ibu muda, hingga maraknya kenakalan remaja, menjadi keresahan tersendiri bagi pasutri ini. Bahkan, keduanya dengan serius membuart wadah untuk memberikan solusi tentang berbagai persoalan yang dihadapi keluarga muda.
Berawal dari hobi menulis. Perjalanan mereka dimulai sejak 2016 silam. Saat itu, mereka menerbitkan buku berjudul “Mengelola Rasa”. Dari buku itu, undangan untuk bedah buku dan berbagi motivasi mulai berdatangan. “Dari situ juga, kami dapat melihat lebih dekat persoalan keluarga dan generasi muda yang kerap luput dari perhatian,” tuturnya.
Berangkat dari keresahan melihat fenomena sosial itu, pasutri ini ingin menawarkan program, bagaimana caranya menjadi pasangan yang sehat dan orang tua yang mampu mengasuh anak dengan baik. “Undangan untuk memberikan motivasi ini, saya dan suami ingin memberikan solusi tentang keluarga yang baik, serta mendidik anak yang baik,” jelas ibu dua anak ini.
Zafa Berbagi Inspirasi kini berkembang dan menawarkan berbagai program, mulai dari seminar parenting, seminar motivasi remaja, hingga pelatihan kepenulisan dan public speaking. Program unggulannya tetap di bidang parenting, dengan sasaran utama pasangan dan orang tua muda. “Kami memadukan psikologi dengan ilmu agama yang dikemas ringan dan menyenangkan,” beber ibu 32 tahun ini.
Perjalanan Zafa tak selalu mulus. Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, sempat membuat semua kegiatan berhenti total. Namun, situasi itu menjadi titik balik. Mereka kembali bangkit dengan strategi baru seperti memperkuat branding, memperluas promosi, meluncurkan website, hingga mengambil sertifikasi profesi public speaker.
“Sekarang, Zafa telah menjangkau berbagai kota di luar Jawa Timur, seperti Jakarta, hingga Ciamis. Respon peserta selalu positif, terlihat dari meningkatnya jumlah peserta hingga lebih dari 100 persen dalam dua tahun terakhir,” akunya.
Selain mengelola Zafa, Futri tak melupakan kegiatan menulis. Bersama suaminya, dia telah menelurkan delapan buku, baik ditulis berdua maupun secara mandiri. Dia juga rutin menjadi kontributor rubrik parenting di sebuah majalah. Kegiatan terakhir yang mereka jalankan digelar pada 7 September 2025 lalu di Sekolah Pranikah Salimah, Kota Blitar.
“Saya pesan kepada generasi muda untuk tak pernah berhenti belajar dan berani meraih mimpi. Jadi generasi tangguh yang membawa dampak baik bagi lingkungan dan kebanggaan keluarga,” pungkasnya. (*/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah