Waspada Tanaman Mematikan di Sekitar Perairan: Hemlock Water Dropwort Ancam Keselamatan Publik

Rahma Nur Anisa • Dipublikasikan Kamis, 18 September 2025 | 20:00 WIB

Hemlock Water Dropwort atau Oenanthe crocata, tanaman yang sering disalahartikan sebagai seledri air
Hemlock Water Dropwort atau Oenanthe crocata, tanaman yang sering disalahartikan sebagai seledri air

BLITAR KAWENTAR - Kehadiran tanaman Hemlock Water Dropwort di berbagai belahan dunia menimbulkan kekhawatiran keselamatan publik. Tanaman yang menyamar sebagai seledri air ini dapat menyebabkan kematian dalam 24 jam dengan gejala kontraksi otot wajah yang mengerikan.

Ancaman tersembunyi mengintai di sekitar perairan dunia berupa tanaman yang tampak tidak berbahaya namun mematikan.

Hemlock Water Dropwort atau Oenanthe crocata, tanaman yang sering disalahartikan sebagai seledri air, kini menjadi perhatian serius para ahli keselamatan lingkungan setelah penelitian dari University of Eastern Piedmont Italia mengungkap mekanisme kematian yang mengerikan.

Baca Juga: Belajar Hidup di Negeri Orang: Kisah Inspiratif Perantau Blitar di Jerman

Tanaman ini tersebar luas di berbagai benua, dari habitat aslinya di Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat, hingga wilayah Amerika Serikat termasuk Alaska, Florida, dan pantai barat Amerika. Penyebarannya yang luas ini meningkatkan risiko kontak dengan manusia, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar sungai, danau, dan area rawa-rawa.

Yang membuat Hemlock Water Dropwort sangat berbahaya adalah kemampuannya menyamarkan diri. Tanaman ini memiliki batang tinggi berongga yang sangat mirip seledri, dilengkapi bunga putih kecil yang mengeluarkan aroma harum dan menarik. Penampilan yang menyerupai tanaman yang dapat dimakan inilah yang sering menjebak korban.

Lebih berbahaya lagi, tanaman ini memiliki rasa manis yang menyenangkan, berbeda dengan tanaman beracun lainnya yang biasanya pahit dan membakar. Karakteristik ini membuat seseorang dapat mengonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak tanpa menyadari bahaya yang mengancam nyawa.

Baca Juga: “Mati Itu Mudah, Hidup Itu Sulit”: Refleksi Perantau Blitar di Negeri Orang

Racun utama dalam tanaman ini, oenanthotoxin, bekerja sebagai neurotoksin yang menyerang sistem saraf pusat. Ahli botani Leaf Beres Weden menjelaskan bahwa racun ini menyebabkan kontraksi otot wajah yang tidak terkendali, rahang terkunci (trismus), dan ketegangan otot pengunyah yang menghasilkan senyuman mematikan.

"Efek racun ini sangat cepat, korban dapat mengalami disfungsi tubuh, kejang-kejang, dan kematian dalam waktu maksimal 24 jam," ungkap Weden. Kecepatan reaksi ini hampir tidak memberikan waktu untuk penanganan medis yang efektif.

Keberadaan tanaman ini menimbulkan risiko signifikan bagi keselamatan publik, terutama untuk kelompok berisiko tinggi seperti:

Pengumpul tanaman liar yang sering mengumpulkan tumbuhan untuk konsumsi atau keperluan lainnya di sekitar perairan. Kesalahan identifikasi dapat berakibat fatal karena kemiripannya dengan seledri air.

Anak-anak yang bermain di sekitar perairan dan mungkin tertarik dengan bunga putih yang harum atau mencoba-coba bagian tanaman yang terlihat menarik.

Wisatawan dan pendaki yang beraktivitas di daerah lembab dan mungkin tidak familiar dengan flora lokal yang berbahaya.

Baca Juga: Heboh! Gaji Pengurus Koperasi Desa Disebut Bisa Rp8 Juta, Begini Faktanya

Para ahli lingkungan menekankan pentingnya edukasi publik tentang identifikasi tanaman berbahaya ini. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

Kampanye kesadaran publik tentang bahaya tanaman liar, khususnya yang tumbuh di sekitar perairan. Penyebaran informasi melalui media sosial dan platform edukasi dapat membantu meningkatkan awareness masyarakat.

Pemasangan papan peringatan di area-area yang diketahui terdapat tanaman ini, terutama di tempat-tempat wisata atau area rekreasi yang sering dikunjungi masyarakat.

Baca Juga: Upload Dokumen Salah? Siap-Siap Gagal CPNS, Ini Cara Cek Resume di SSCASN

Pelatihan identifikasi tanaman bagi petugas taman, ranger, dan pemandu wisata agar dapat memberikan informasi yang akurat kepada pengunjung.

Mengingat efek racun yang sangat cepat, pengenalan gejala awal keracunan menjadi krusial. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi kejang-kejang, kontraksi otot wajah yang tidak normal, dan kesulitan bernapas. Penanganan medis darurat harus segera dilakukan jika seseorang diduga mengonsumsi bagian tanaman ini.

Koordinasi antara lembaga kesehatan, pengelola taman, dan otoritas lingkungan diperlukan untuk menciptakan sistem peringatan dini dan respons cepat terhadap kasus keracunan tanaman ini. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
Sumber : BINUSTV Channel
toxic oenanthotoxin tanaman beracun Hemlock Water Dropwort Potion Permit