BLITAR - Seorang pemula TikTok Affiliate berhasil meraup omzet Rp48 juta tanpa mengeluarkan biaya iklan. Strategi ini viral karena hanya mengandalkan konten organik.
Lewat sebuah video di YouTube, kreator bernama Hendra mengaku menerapkan formula khusus untuk membuat penonton tertarik membeli produk dari kontennya. Ia menegaskan, metode ini bisa dipelajari siapa saja, terutama pemula yang ingin cepat mendapat penghasilan tambahan dari TikTok Affiliate.
“Omzet Rp48 juta ini saya dapatkan murni dari konten organik, tanpa sepeserpun biaya iklan,” kata Hendra dalam unggahannya.
Hendra menjelaskan, kunci sukses TikTok Affiliate adalah menguasai formula dasar pembuatan konten. Menurutnya, kebanyakan pemula hanya asal bikin video tanpa strategi, padahal audiens perlu diyakinkan sebelum memutuskan membeli produk.
Formula yang ia sebut sebagai “nomor satu” ini terdiri dari tiga langkah: Problem, Agitate, dan Solution. Kreator harus menemukan masalah yang dialami audiens, lalu menggambarkan dampak jika masalah itu tidak segera diatasi, sebelum akhirnya menawarkan solusi berupa produk yang dipromosikan.
“Intinya bikin orang berubah pikiran. Yang tadinya enggak mau beli jadi kepikiran untuk beli,” ujar Hendra.
Sebagai ilustrasi, Hendra memberi contoh produk pewangi ruangan. Alih-alih sekadar memamerkan barang, ia lebih dulu memancing penonton dengan problem yang umum: kamar mandi bau.
Kemudian, ia menambahkan unsur agitate, yakni dampak jika masalah itu dibiarkan—misalnya tamu bisa merasa terganggu. Barulah ia menawarkan solusi dengan menampilkan produk pewangi kamar mandi.
Konsep ini bisa dipakai di berbagai kategori produk, termasuk kosmetik, perawatan rambut, hingga kebutuhan rumah tangga.
Salah satu trik unik Hendra adalah melakukan riset kebutuhan konsumen lewat kolom komentar konten serupa. Dari sana, kreator bisa menemukan masalah nyata yang dialami calon pembeli.
Misalnya, pada produk pomade, ada komentar yang mengeluhkan rambut lepek, ketombean, atau pomade mudah luntur saat wudu. Dari masalah tersebut, kreator bisa menyusun konten yang menawarkan solusi dengan produk tertentu.
“Setiap orang punya masalah, dan produk bisa jadi solusinya. Tinggal pintar-pintar baca komentar,” jelasnya.
Hendra menunjukkan dashboard TikTok Affiliate miliknya. Di sana terlihat omzet Rp48 juta dengan komisi Rp3,8 juta hanya dari satu akun. Ia menegaskan semua itu dicapai tanpa promosi berbayar.
“Saya tunjukkan menunya, enggak ada iklan sama sekali. Yang iklan itu dari pihak seller, bukan saya pribadi,” katanya.
Fakta ini membuat banyak pemula semakin penasaran untuk meniru strateginya.
Selain berbagi di YouTube, Hendra juga membuka grup belajar VIP dengan biaya Rp75 ribu sekali bayar. Anggota grup mendapat materi lengkap seputar public speaking, personal branding, hingga eksperimen iklan.
Namun, ia menekankan bahwa ikut grup bukan jaminan sukses. Menurutnya, keberhasilan tetap bergantung pada konsistensi dan kerja keras masing-masing individu.
“Saya enggak berani janji semua pasti berhasil. Grup ini hanya mempermudah belajar,” tegas Hendra.
Fenomena ini menunjukkan bahwa TikTok Affiliate bisa menjadi peluang cuan cepat tanpa harus keluar modal besar. Bagi pemula, kunci utamanya ada pada riset masalah, konsistensi konten, serta kemampuan membungkus produk sebagai solusi.
Dengan strategi organik yang tepat, bukan hal mustahil meraih omzet puluhan juta hanya dari smartphone dan kreativitas.
Editor : Anggi Septian A.P.