BLITAR - Seorang kreator TikTok Affiliate membagikan kabar yang bikin heboh pemula.
Dengan hanya Rp75 ribu sekali bayar, peserta bisa mengakses kelas VIP seumur hidup.
Kelas ini bukan hanya membahas cara berjualan di TikTok Affiliate.
Materinya juga mencakup public speaking, personal branding, hingga strategi membaca pasar.
“Saya sediakan grup VIP cukup bayar sekali, Rp75 ribu saja. Materinya bisa diakses seumur hidup, bahkan terus saya update,” kata Hendra, kreator TikTok Affiliate, dalam kanal YouTube miliknya.
Berbeda dengan kursus online lain yang biasanya berlangganan bulanan, Hendra menekankan bahwa kelas VIP ini cukup dibayar sekali.
Peserta tidak perlu khawatir biaya tambahan di kemudian hari.
Di dalam grup, peserta bisa belajar dasar-dasar TikTok, eksperimen iklan, hingga produk digital.
Bahkan ada materi bonus seperti personal branding dan teknik berbicara di depan kamera.
Menurut Hendra, public speaking penting karena menjadi modal utama dalam membuat konten.
“Kalau ngomong di depan kamera masih kaku, susah dapat penonton. Makanya saya tambahkan materi public speaking,” jelasnya.
Hendra juga mengajarkan formula yang ia sebut paling dasar bagi pemula.
Formula ini terdiri dari Problem, Agitate, dan Solution (PAS).
Intinya, konten harus membahas masalah yang dialami audiens, memperlihatkan dampaknya jika dibiarkan, lalu menawarkan solusi berupa produk.
Strategi inilah yang menurutnya membuat konten lebih punya nilai dan memicu penonton untuk membeli.
“Kalau hanya pamer produk, hasilnya jarang maksimal. Harus bikin orang berubah pikiran, dari yang tadinya enggak butuh jadi kepikiran buat beli,” ujarnya.
Selain materi teori, peserta juga diajarkan cara riset produk yang simpel.
Salah satunya dengan membaca komentar netizen di konten sejenis.
Dari komentar, biasanya muncul keluhan nyata.
Misalnya rambut lepek karena pomade, atau pewangi kamar mandi yang tidak tahan lama.
Masalah nyata ini bisa dijadikan bahan konten yang relevan.
“Kolom komentar itu harta karun. Dari sana kita tahu apa yang sebenarnya dirasakan konsumen,” kata Hendra.
Peserta kelas VIP tidak hanya menerima materi satu arah.
Mereka juga bergabung dalam beberapa grup diskusi yang aktif berbagi pengalaman.
Di sana, peserta bisa bertanya, mendapat insight, dan belajar dari kegagalan maupun keberhasilan sesama kreator.
Hendra sendiri sering membagikan update strategi terbaru agar materi tetap relevan.
Ada juga materi tambahan soal Shopee Affiliate, YouTube, hingga pemanfaatan AI dalam pembuatan konten.
Meski menawarkan harga murah, Hendra tidak menjanjikan kesuksesan instan.
Ia tegas menyebut bahwa hasil akhir bergantung pada usaha masing-masing peserta.
“Saya tidak berani janji semua pasti sukses. Grup ini hanya mempermudah belajar, bukan jalan pintas jadi kaya,” katanya.
Dengan transparansi ini, kelas VIP justru mendapat sambutan positif.
Banyak pemula menilai harga Rp75 ribu sangat terjangkau dibanding kursus serupa yang biasanya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.
Fenomena kelas murah meriah ini menunjukkan bahwa peluang belajar TikTok Affiliate semakin terbuka luas.
Bagi pemula, kendala biaya bukan lagi alasan untuk tidak mencoba.
Dengan sekali bayar Rp75 ribu, peserta bisa belajar dasar-dasar membangun konten, melatih kepercayaan diri, hingga memahami strategi pemasaran digital.
Jika ditekuni, peluang meraih penghasilan tambahan dari TikTok Affiliate semakin nyata.