Teori Alfred Adler tentang Ideal Self: Jalan Keluar dari Kompleks Inferioritas
Rahma Nur Anisa• Sabtu, 20 September 2025 | 01:00 WIB
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berhenti menjadi korban
BLITAR KAWENTAR - Psikolog ternama Alfred Adler mengembangkan teori Individual Psychology yang memberikan pemahaman mendalam tentang kompleks inferioritas dan cara mengatasinya.
Teorinya tentang "ideal self" menjadi kunci untuk memahami mengapa seseorang dapat terjebak dalam perasaan rendah diri dan bagaimana cara keluar dari kondisi tersebut.
Menurut Adler, setiap manusia memiliki "ideal self" - versi terbaik dari diri mereka yang bisa dicapai. Ini adalah sosok diri yang paling ideal, gambaran tentang sebaik apa hidup seseorang bisa menjadi dalam 10-20 tahun ke depan. Namun, pada kenyataannya, "real self" atau kondisi saat ini seringkali sangat jauh dari ideal yang diimpikan.
Kesenjangan antara ideal self dan real self inilah yang mendorong manusia untuk berjuang menjadi versi terbaik dirinya. Namun, dalam prosesnya, seseorang akan menghadapi berbagai masalah dan rintangan kehidupan yang dapat membuatnya jatuh dan mengembangkan kompleks inferioritas.
Kompleks inferioritas adalah sebuah mindset di mana seseorang merasa lemah, kecil, tidak berdaya, dan menjadi korban yang tidak bisa mengubah apapun dalam hidupnya.
Contoh nyata dapat dilihat pada seseorang yang dilahirkan dengan kondisi fisik tertentu, seperti Napoleon Bonaparte yang dilahirkan dengan tubuh sangat pendek sehingga sering merasa rendah diri sejak kecil.
Orang yang terjebak dalam kompleks inferioritas akan menyalahkan banyak hal atas kegagalan hidupnya - nasib, Tuhan, atau kondisi yang tidak dapat diubah. Mereka merasa ditakdirkan untuk gagal dan tidak perlu berjuang keras untuk mengubah hidup.
Mentalitas korban sangat "manis" dalam merayu seseorang karena seolah-olah membebaskan mereka dari tanggung jawab untuk mengubah hidup. Orang yang mengadopsi pemikiran "aku memang sudah ditakdirkan menjadi orang miskin" akan merasa tidak perlu berjuang keras untuk mencapai kesuksesan finansial.
Namun, harga yang harus dibayar dari mentalitas ini sangat mahal - penderitaan yang tidak akan pernah berhenti. Orang dengan kompleks inferioritas akan melepaskan tanggung jawab untuk bertanggung jawab pada hidupnya sendiri.
Memiliki afirmasi negatif: "Mengapa aku selalu bernasib buruk?"
Meyakini bahwa orang lain selalu beruntung sementara dirinya ditakdirkan gagal
Tidak mau menganalisis sumber masalah secara objektif
Menganggap nasibnya tidak bisa diubah
Adler menekankan bahwa untuk mencapai ideal self, seseorang harus mampu mengalahkan kompleks inferioritas. Ini bukan proses yang mudah karena mentalitas korban sangat persuasif dalam membujuk seseorang untuk tetap dalam zona nyaman ketidakberdayaan.
Proses "striving for superiority" (berjuang menuju superioritas) membutuhkan keberanian untuk mengambil tanggung jawab penuh atas hidup sendiri, meskipun masalah awal mungkin bukan kesalahan pribadi.
Visualisasi Ideal Self: Bayangkan versi terbaik diri dalam 10-20 tahun ke depan. Siapa yang bisa Anda menjadi? Seperti apa hidup yang ingin dicapai?
Analisis Objektif: Identifikasi secara spesifik di mana letak kegagalan dan apa yang bisa diperbaiki.
Ambil Tanggung Jawab: Meskipun masalah mungkin bukan kesalahan sepenuhnya, tetap ambil tanggung jawab untuk solusinya.
Fokus pada Progres: Yang penting adalah kemajuan bertahap, bukan kesempurnaan instan.
Teori Adler memberikan harapan bahwa setiap orang, terlepas dari kondisi awal atau masalah yang dihadapi, memiliki potensi untuk berubah. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berhenti menjadi korban dan mulai mengambil kendali atas hidup sendiri, satu langkah pada satu waktu. (*)