BLITAR - Dua film pendek dari Blitar Raya segera mencatatkan perjalanan internasionalnya. Untuk pertama kalinya, film pendek Kembali(k)an dan Warisan Kakek akan diputar dalam ajang Indonesia Western Australia Film Festival (IWAFF) 2025. Festival film yang dikemas dalam Sister Stories ini bakal berlangsung di Perth, mulai Sabtu (27/9/2025) hingga Sabtu (4/10/2025).
Pemutaran film dijadwalkan berlangsung di Luna on SX Fremantle pada Sabtu (27/9/2025) hingga Rabu (1/10/2025) dan di Backlot Cinema Perth pada Kamis (2/10/2025) hingga Sabtu (4/10/2025).
Dari rilis jadwal pemutaran film pendek diketahui, di Luna on SX Fremantle, film pendek Warisan Kakek dijadwalkan diputar pada Senin (29/9/2025) dan Kembali(k)an pada Selasa (30/9/2025). Kemudian di Backlot Cinema Perth, kedua film pendek dijadwalkan diputar pada hari yang sama yakni Sabtu (4/10/2025).
Secara garis besar, kedua film mengangkat tema tentang nilai kejujuran. Misalnya, Kembali(k)an menceritakan tentang kejujuran seorang anak ketika dimintai tolong belanja dan ada uang kembalian yang harus diserahkan kembali kepada orang tua.
Kemudian, Warisan Kakek bertema abdi negara yang mempertahankan prinsip hidupnya di tengah godaan kehidupan. “Benang merah dua film ini adalah kejujuran. Dua film ini juga pernah berpartisipasi dalam Festival Film Lampung,” jelas sutradara Kembali(k)an dan Warisan Kakek, Betet Kunamsinam.
Festival film ini merupakan bagian rangkaian peringatan 35 tahun hubungan Sister Province antara Jawa Timur dengan Australia Barat. Melalui IWAFF 2025, harapannya deretan film dari Jawa Timur ini mampu ikut serta dalam mempromosikan seni budaya serta bahasa Indonesia di wilayah Australia Barat.
Seperti diketahui, film pendek Kembali(k)an dan Warisan Kakek bakal menjadi bagian dari deretan 33 film dari berbagai kabupaten kota di Jawa Timur yang menyajikan cerita khas dari daerah masing-masing. (ynu/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah