BLITAR – Obrolan di podcast Andovi dan Jufidah Lopez kali ini bikin warganet auto-serius. Pasalnya, tamu mereka, Ganjar Laksmana, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menyoroti isu ketimpangan hukum dengan gaya santai tapi ‘nendang’.
"Perusuh bisa langsung dihukum, tapi kasus kematian warga bisa lama banget diusut. Kok bisa ya?" tanya Ganjar santai tapi penuh sindiran.
Netizen yang menonton podcast ini langsung rame di kolom komentar. Banyak yang merasa pernyataan Ganjar mewakili keresahan mereka, terutama setelah kasus kematian Afan yang viral tapi belum ada kepastian hukum.
Ganjar juga kasih pencerahan soal istilah hukum yang sering bikin bingung. Penangkapan tanpa izin? Itu bisa disebut penculikan. Penyitaan tanpa dasar hukum? Bisa dikategorikan penggelapan. “Kita harus paham, hukum itu untuk melindungi rakyat, bukan cuma untuk bikin negara kelihatan berwibawa,” jelasnya.
Uniknya, Ganjar datang ke studio naik sepeda. Netizen langsung memuji gaya hidupnya yang sederhana. “Kesederhanaan itu bukan hidup serba kekurangan, tapi hidup sesuai kemampuan,” katanya, bikin suasana podcast makin santai tapi berbobot.
Selain bahas hukum, Ganjar ikut mengomentari perilaku pejabat yang doyan pamer fasilitas negara. Ia menyinggung soal mobil dinas yang sering lewat di jalanan sepi, pajak yang mencekik, tapi fasilitas publik belum terasa naik kelas.
“Pejabat itu seharusnya mendengar suara rakyat, bukan cuma datang waktu kampanye. Rakyat butuh mereka hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegas Ganjar.
Pernyataan itu langsung bikin warganet panas dingin. Di media sosial, banyak yang menyebut obrolan ini sebagai ‘wake-up call’ untuk semua pihak, terutama pemerintah dan DPR.
Konten podcast ini pun cepat naik ke trending. Banyak akun yang memotong bagian Ganjar bicara soal reformasi hukum dan membagikannya ulang di TikTok, X, dan Instagram. Tagar seperti #KeadilanUntukRakyat dan #GanjarLaksmana mendadak ramai.
Meski serius, Ganjar tetap mengajak masyarakat untuk kritis tapi elegan. “Kita bisa kok mendesak perubahan tanpa harus anarkis. Gunakan jalur yang ada, kawal prosesnya,” tuturnya.
Obrolan ini berhasil bikin isu hukum yang berat terasa lebih gampang dipahami. Banyak penonton bilang mereka jadi lebih sadar betapa pentingnya reformasi hukum, bukan cuma untuk kasus besar tapi juga untuk kehidupan sehari-hari.
Podcast ditutup dengan ajakan agar rakyat tetap terlibat aktif. Ganjar berharap suara masyarakat tidak hanya berhenti di media sosial, tapi juga terdengar di ruang kebijakan.
Editor : Anggi Septian A.P.