Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Begadang Bikin Tubuh Rusak, Dr. Tirta: “Jam Biologis Enggak Bisa Dibohongi!

Ichaa Melinda Putri • Minggu, 28 September 2025 | 17:30 WIB
Begadang Bikin Tubuh Rusak, Dr. Tirta: “Jam Biologis Enggak Bisa Dibohongi!
Begadang Bikin Tubuh Rusak, Dr. Tirta: “Jam Biologis Enggak Bisa Dibohongi!

BLITAR-Kebiasaan begadang masih dianggap sepele oleh banyak anak muda.
Padahal, dokter sekaligus pegiat kesehatan, dr. Tirta, menegaskan bahwa begadang bisa merusak tubuh secara serius.

Dalam sebuah podcast, ia menyebut tubuh manusia memiliki jam biologis alami atau sirkadian rhythm.
Jika ritme ini terganggu, dampaknya bisa merembet ke berbagai aspek kesehatan.

“Tubuh punya jam biologis yang enggak bisa dibohongi. Kalau rusak, akibatnya bisa muncul penyakit serius,” ujar dr. Tirta.

Fenomena Begadang Anak Muda

Anak muda kerap memilih begadang untuk berbagai alasan, mulai dari nonton bola, main game, hingga lembur kerja.
Sebagian lagi terpaksa bekerja shift malam yang mengganggu pola tidur.

Menurut dr. Tirta, kebiasaan ini memberi efek buruk pada kesehatan jangka panjang.
Mulai dari kelelahan kronis, penurunan imunitas, hingga gangguan metabolisme.

Ia menekankan, tubuh bukan sekadar mesin yang bisa diganti “baterainya” dengan tidur siang.
Tidur malam memiliki fungsi unik yang tidak bisa ditukar dengan tidur di siang hari.

Tidur Malam dan Regenerasi Sel

Dalam penjelasannya, dr. Tirta menyebut tidur malam penting untuk proses regenerasi sel.
Hormon melatonin yang keluar saat malam membantu memperbaiki sel tubuh dan menjaga imunitas.

Jika jam tidur berantakan, produksi hormon ini terganggu.
Akibatnya, tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan lebih cepat mengalami penuaan dini.

“Tidur siang dua jam tidak bisa mengganti tidur malam enam jam. Sistem tubuh kita enggak bisa ditipu,” kata dr. Tirta.

Baca Juga: Anxiety, Depresi, dan NPD: Tantangan Kesehatan Mental Generasi Z

Hubungan dengan GERD

Salah satu penyakit yang sering muncul akibat pola tidur kacau adalah GERD atau asam lambung.
Dr. Tirta menyebut gangguan ini makin marak diderita anak muda.

Penyebabnya bukan hanya makanan pedas atau kopi, tetapi juga stres dan kebiasaan begadang.
Kombinasi faktor tersebut memperparah produksi asam lambung dan mengganggu sistem pencernaan.

Ia menekankan bahwa pengobatan GERD tidak cukup dengan obat.
Perubahan gaya hidup, termasuk tidur teratur, menjadi kunci pemulihan.

Dampak Jangka Panjang

Jika kebiasaan begadang terus dibiarkan, risikonya bisa lebih berat.
Dr. Tirta menyebut pola tidur yang buruk berhubungan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, bahkan kanker.

“Anak muda sekarang banyak kena penyakit orang tua. Salah satu pemicunya ya pola tidur amburadul,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran tentang tidur sehat harus ditanamkan sejak dini.
Tanpa tidur berkualitas, olahraga dan pola makan sehat pun akan kehilangan manfaat.

Ajakan untuk Hidup Seimbang

Di akhir pernyataannya, dr. Tirta mengajak generasi muda lebih disiplin menjaga pola tidur.
Ia menekankan bahwa tidur cukup adalah fondasi kesehatan, bukan sekadar pilihan.

“Kalau mau sehat, jangan cuma fokus olahraga atau diet. Tidur cukup itu wajib, bukan opsional,” tegasnya.

Pesan ini menjadi pengingat penting di era modern, ketika banyak orang terjebak gaya hidup sibuk.
Menjaga keseimbangan hidup, termasuk tidur malam yang teratur, menjadi kunci agar anak muda terhindar dari penyakit kronis di usia produktif.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#dr. Tirta #begadang #gerd