Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sensasi Nongkrong di Warung Jujugan di Kota Blitar: Ini Kafe Bernuansa Jadul

Ilma Maulida Zam Zami • Selasa, 30 September 2025 | 22:00 WIB

 

JADUL : Suasana di dalam Warung Jujugan dengan pajangan barang klasik seperti piringan hitam, radio lama, hingga wayang kulit.
JADUL : Suasana di dalam Warung Jujugan dengan pajangan barang klasik seperti piringan hitam, radio lama, hingga wayang kulit.

BLITAR - Bagi pecinta kuliner sekaligus pencari suasana unik, Warung Jujugan bisa jadi pilihan baru untuk melepas penat. Menyediakan beberapa tempat seperti rumah panggung yang berdiri di tepi sungai kecil, warung ini menyajikan suasana sejuk meski masih berada di kawasan kota. Tepatnya di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, suasananya yang asri membuat pengunjung betah berlama lama.

Begitu tiba di halaman Warung Jujugan, suasana klasik langsung terasa. Bangunannya berupa rumah lawas berdinding kayu dengan atap genteng merah, menghadirkan nuansa pedesaan yang hangat. Di teras, beberapa sangkar burung dan perabot jadul digantung rapi, seolah menyambut siapa saja yang datang.

Nuansa Jawa kuno makin terasa karena tata ruangnya mengikuti filosofi kiblat papat limo pancer empat arah mata angin yang berpadu pada satu pusat. Rumah ini seakan dibangun bukan sekadar untuk tempat singgah, tapi juga sebagai simbol keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di sekelilingnya, tanaman hias dan bunga tropis tumbuh subur, membuat area depan terlihat asri. Beberapa motor pengunjung terparkir di depan, menambah kesan sederhana sekaligus akrab seperti berkunjung ke rumah kerabat di kampung.

Plakat kayu bertuliskan “Sugeng Rawuh Warung Jujugan” terpampang jelas di pintu masuk. Dari luar sudah terdengar suara obrolan pengunjung, berpadu dengan semilir angin yang masuk lewat jendela dan pintu kayu yang dibiarkan terbuka. Warung Jujugan terbagi menjadi dua area, di luar ruangan (outdoor) dan di dalam ruangan (indoor).

Di bagian outdoor, pengunjung bisa memilih duduk santai di area terbuka yang asri. Tepat di samping tempat pemesanan terdapat beberapa rumah panggung kayu yang menjadi daya tarik utama. Dinding rumah panggung dipenuhi pajangan klasik seperti piringan hitam, radio lama, wayang kulit, topeng-topengan, hingga poster iklan jadul. Ditambah suasana pepohonan rindang dan semilir angin, membuat area ini jadi spot favorit pengunjung.

Sementara di area indoor, pengunjung akan menemukan koleksi barang jadul yang lebih besar. Motor klasik, vespa, rak buku kuno, meja dan kursi kayu, lukisan desa, hingga perabot lawas seperti teko teh dan cangkir dipajang rapi. Area ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati detail barang antik sambil bercengkerama.

Soal menu, Warung Jujugan menyajikan makanan dan minuman dengan harga ramah di kantong. Mulai dari menu rumahan, camilan ringan, hingga minuman kekinian tersedia untuk menemani waktu santai. “Dulu tempat ini hanya warung prasmanan, sekarang sudah dijadikan menu dan ada kafenya juga,” ujar Kemuni, salah satu pegawai Warung Jujugan.

Dengan suasana jadul yang hangat dan harga yang bersahabat, Warung Jujugan cocok untuk kumpul bersama teman, keluarga, maupun sekadar melepas penat seorang diri. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 sampai 21.00 WIB. Tempatnya bernuansa jadul sangat cocok untuk bernostalgia dan sejenak melepas penat setelah seharian berkegiatan.(mg5/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#suasana sejuk #warung #Kecamatan Sananwetan #kuliner