BLITAR KAWENTAR- Banyak orang menganggap olahraga adalah kunci utama menjaga kesehatan. Namun, menurut dr. Tirta, pola makan justru menempati posisi nomor satu dalam mencegah penyakit metabolik, baik pada orang kaya maupun yang kurang mampu.
Dalam sebuah podcast, dr. Tirta menekankan bahwa kesehatan tidak bisa dibeli dengan uang. Meski memiliki akses ke rumah sakit terbaik sekalipun, gaya hidup yang buruk akan tetap berujung pada penyakit. "Nomor satu itu pola makan, baru olahraga," ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa konsumsi protein di Indonesia per tahun masih setara dengan konsumsi protein orang Singapura hanya dalam satu bulan. Padahal, protein sangat penting untuk memperbaiki sel tubuh, termasuk otot, saraf, dan otak.
Baca Juga: Generasi Muda Semakin Melek Terhadap Kesehatan Mental di Indonesia
Selain protein, makanan variatif yang mencakup karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak sehat juga diperlukan. Tren diet ekstrem seperti carnivore atau plant-based murni tetap memiliki risiko jika tidak diimbangi. "Yang terbaik adalah keseimbangan," jelasnya.
Olahraga tetap penting, baik kardio maupun angkat beban. Kombinasi keduanya lebih ideal, meski dengan waktu terbatas. Bagi pekerja sibuk, 40 menit angkat beban ditambah 20 menit berjalan kaki bisa menjadi solusi praktis.
Dr. Tirta juga menyinggung tren intermittent fasting (IF). Menurutnya, metode ini bisa membantu menjaga kadar gula dan berat badan, tetapi harus dilakukan secara bertahap agar tubuh tidak stres. "Start slow. Jangan langsung 18:6 atau 24 jam. Naikkan perlahan," katanya.
Baca Juga: Mengintip Kisah Inspiratif Raka, Bagaimana Menghadapi Dampak Trauma Bagi Kesehatan Mental?
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa konsumsi gula masih diperbolehkan, asalkan diimbangi aktivitas fisik. "Gula itu bermanfaat kalau aktivitas fisikmu bagus. Kalau hanya duduk di depan laptop, lebih baik diminimalisir," tegasnya.
Pesan utama dari dr. Tirta sederhana: investasikan kesehatan sejak muda dengan memperhatikan pola makan, lalu imbangi dengan olahraga. Karena kesehatan adalah satu-satunya hal yang tidak bisa dibeli, bahkan oleh orang terkaya sekalipun.