Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Legenda Air Terjun Sedudo dan Singokromo di Nganjuk, Kisah Cinta Tragis Jadi Asal Usul Nama

Anggi Septiani • Rabu, 1 Oktober 2025 | 00:50 WIB
Legenda Air Terjun Sedudo dan Singokromo di Nganjuk, Kisah Cinta Tragis Jadi Asal Usul Nama
Legenda Air Terjun Sedudo dan Singokromo di Nganjuk, Kisah Cinta Tragis Jadi Asal Usul Nama

BLITAR-Air Terjun Sedudo di Nganjuk, Jawa Timur, tidak hanya menyimpan pesona alam yang menakjubkan. Di balik gemuruh air setinggi 105 meter itu, tersimpan sebuah legenda tragis yang hingga kini masih diceritakan turun-temurun oleh masyarakat. Legenda tersebut bahkan berkaitan dengan nama Air Terjun Sedudo dan Air Terjun Singokromo.

Kisah ini bermula dari dua tokoh, Dewi Roro Kromo dan Pangeran Anom. Keduanya saling jatuh cinta, namun hubungan itu tidak mendapat restu. Roro Kromo yang hatinya hancur lalu memutuskan untuk mengasingkan diri dan menjadi pertapa. Ia memilih hidup menyendiri, jauh dari hiruk pikuk, di sebuah lokasi yang kini dikenal sebagai Air Terjun Sedudo.

Sementara itu, Pangeran Anom yang kehilangan pujaan hatinya terus mencari keberadaan sang kekasih. Dalam perjalanannya, ia berhenti dan bertapa di sebuah lokasi lain yang kemudian dinamai Air Terjun Singokromo. Nama ini berasal dari kata “singo” (raja) dan “Kromo” (nama sang putri), sebagai bentuk penghormatan sekaligus penanda kisah cintanya yang tidak kesampaian.

Hari Mintaji, seorang pemerhati sejarah lokal, menyebut legenda ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Nganjuk. “Legenda Sedudo dan Singokromo adalah kisah cinta yang berakhir tragis. Dari situlah muncul nama dua air terjun yang kini jadi destinasi wisata,” ungkapnya.

Bagi masyarakat setempat, kisah ini tidak sekadar cerita rakyat. Ada nilai filosofis yang bisa dipetik, yakni tentang kesetiaan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam cinta. Tak heran, setiap kali ada wisatawan datang, pemandu lokal kerap menceritakan legenda ini sebagai bagian dari daya tarik wisata Sedudo.

Air Terjun Sedudo sendiri berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, tepat di lereng Gunung Wilis. Selain Sedudo, Air Terjun Singokromo juga menjadi destinasi populer yang masih satu kawasan, menawarkan suasana asri dan udara pegunungan yang sejuk.

Meski sulit dibuktikan secara sejarah, legenda ini sudah begitu melekat di benak masyarakat. Beberapa bahkan percaya bahwa energi spiritual dari kisah cinta tragis itu masih terasa di kawasan Sedudo dan Singokromo. Ditambah lagi dengan mitos awet muda yang membuat kedua air terjun ini semakin penuh dengan aura mistis.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga menjadikan kisah legenda ini sebagai bagian dari promosi wisata budaya. Dengan menggabungkan panorama alam, cerita rakyat, dan ritual tahunan, Sedudo dan Singokromo menjadi daya tarik yang unik bagi wisatawan.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Sedudo bukan hanya tentang menikmati derasnya air terjun, tetapi juga tentang merasakan langsung atmosfer sejarah, legenda, dan cerita cinta yang membekas. Banyak yang datang bukan hanya untuk berfoto, tapi juga ingin menyelami kisah yang tersimpan di balik gemuruh air.

Apakah legenda ini benar-benar terjadi atau hanya dongeng rakyat, hingga kini masih jadi misteri. Namun yang jelas, Sedudo dan Singokromo telah menjadi simbol cinta yang abadi meski berakhir dengan perpisahan.

Legenda tragis ini membuktikan bahwa setiap tempat wisata punya cerita. Dan di Nganjuk, Air Terjun Sedudo serta Singokromo bukan hanya sekadar destinasi alam, melainkan juga warisan budaya yang penuh makna.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Air Terjun Sedudo #kisah cinta tragis #Legenda Singokromo