Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bikin Heboh! Siswa SMK di Serang Ciptakan Seragam Batik Sendiri, Hasilnya Bikin Kagum

Ichaa Melinda Putri • Kamis, 2 Oktober 2025 | 00:00 WIB
Bikin Heboh! Siswa SMK di Serang Ciptakan Seragam Batik Sendiri, Hasilnya Bikin Kagum
Bikin Heboh! Siswa SMK di Serang Ciptakan Seragam Batik Sendiri, Hasilnya Bikin Kagum

BLITAR-Kreativitas siswa SMK Negeri 1 Pelupuh, Kabupaten Serang, Banten, bikin heboh. Mereka berhasil membuat seragam batik sekolah dengan tangan mereka sendiri, mulai dari membatik hingga menjahit menjadi pakaian siap pakai.

Proses ini menggunakan teknik sumidagami, yaitu teknik celup air khas Jepang yang jarang dipakai dalam pembuatan batik di sekolah. Tak hanya itu, setiap siswa diberi kebebasan untuk membuat pola sesuai dengan ciri khas masing-masing. Hasilnya, setiap seragam batik punya nuansa unik yang berbeda satu sama lain.

Bahan kain yang digunakan pun tidak sembarangan. Para siswa memilih polyester atau Toyobo, karena dinilai lebih cocok agar pewarna akrilik bisa menempel lebih baik. Ukuran kain yang dipakai sekitar 1 x 1,5 meter hingga 1 x 2 meter, cukup untuk dijadikan seragam sekolah harian.

Menurut guru pembimbing, kegiatan ini bukan sekadar proyek sekolah, tetapi juga media pembelajaran yang melatih kemandirian dan kreativitas siswa. “Seragam ini nantinya akan dipakai setiap hari Kamis. Jadi ada rasa bangga tersendiri karena mereka mengenakan hasil karya mereka sendiri,” ujar salah satu guru dalam video YouTube yang diunggah.

Salah seorang siswa mengaku sangat puas dengan hasil karyanya. “Menurut saya ini cukup bagus ya, sesuai dengan kreativitas saya. Puas banget dengan baju yang dikaryakan sendiri,” ujarnya sambil memperlihatkan batik yang baru selesai dijahit.

Keunikan proyek ini terletak pada kombinasi budaya lokal dan teknik asing. Batik yang selama ini identik dengan cap atau tulis, kini dipadukan dengan teknik celup sumidagami dari Jepang. Hal ini menciptakan karya baru yang tetap mempertahankan identitas lokal namun berani bereksperimen dengan gaya internasional.

SMKN 1 Pelupuh sendiri dikenal aktif mendorong siswanya untuk belajar berbasis keterampilan nyata. Proyek seragam batik ini dianggap langkah konkret menanamkan nilai entrepreneurship sejak dini. Para siswa bukan hanya belajar desain, tapi juga memahami proses produksi dari hulu ke hilir.

Tak sedikit warganet yang memberikan komentar positif setelah video ini viral di YouTube. Banyak yang memuji ketekunan para siswa, bahkan ada yang menyebut karya mereka layak dijual ke pasaran. “Kalau ini dikembangkan serius, bisa jadi produk unggulan daerah. Kreativitas anak-anak SMK memang luar biasa,” tulis salah satu komentar.

Di sisi lain, inisiatif membuat seragam sendiri juga menekan biaya pengadaan. Biasanya sekolah membeli seragam batik dari konveksi dengan harga yang tidak murah. Dengan cara ini, siswa bisa belajar hemat sekaligus menghasilkan sesuatu yang membanggakan.

Bagi sebagian siswa, pengalaman ini jadi bekal berharga. Mereka bisa menguasai keterampilan membatik, mewarnai kain, hingga menjahit pakaian. Semua proses dilakukan secara kolektif, mulai dari merendam kain, memberi motif, mengeringkan, hingga menjahit menjadi baju siap pakai.

Kreativitas seperti ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Apalagi, batik sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak 2009. Mengajarkan siswa untuk membuat batik sejak muda berarti ikut melestarikan warisan bangsa dengan cara yang relevan di zaman sekarang.

Pemerintah daerah juga diharapkan bisa mendukung lebih banyak program seperti ini. Dengan dukungan fasilitas dan pelatihan tambahan, karya siswa SMK bisa berkembang lebih luas, bahkan menembus pasar internasional.

Untuk saat ini, para siswa SMKN 1 Pelupuh masih terus mengembangkan desain batik mereka. Mereka berharap suatu saat bisa menghasilkan koleksi lebih banyak dan mungkin membuka usaha kecil-kecilan.

Proyek ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi bisa lahir dari ruang kelas. Yang lebih penting, siswa belajar bahwa kerja keras dan kebanggaan atas karya sendiri adalah pelajaran yang tidak ternilai. Nantikan update berikutnya tentang bagaimana karya batik buatan siswa ini berkembang di masa depan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#SMKN 1 Pelupuh #Batik Serang #kreativitas siswa