BLITAR KAWENTAR - Mengapa sebagian orang tampak lebih sensitif terhadap hal-hal kecil? Jawabannya ada pada peran inner child yang terluka dan belum tersembuhkan.
Psikiater dr. Jimmy Ardian memaparkan bahwa trigger emosional bekerja seperti pelatuk pistol. Hal kecil, seperti ditanya “apa kabar” dengan nada tertentu, bisa memicu ledakan emosi karena menyentuh luka lama yang belum sembuh.
Dalam teori ego state, setiap orang memiliki berbagai bagian diri. Ada bagian dewasa yang rasional, ada pula bagian anak kecil atau inner child yang menyimpan rasa takut, marah, dan sakit hati masa lalu. Ketika bagian anak kecil ini tersentuh, emosi yang muncul bisa jauh lebih besar dibanding konteks situasi sebenarnya.
Contoh yang sering terjadi: seseorang panik saat pasangannya tidak segera memberi kabar. Secara logis, itu hal kecil. Namun bagi inner child yang pernah mengalami penolakan atau ditinggalkan, peristiwa itu terasa seperti ancaman kehilangan besar.
Solusi yang ditawarkan bukan sekadar “sabar” atau “ikhlas”, melainkan terapi untuk benar-benar menyembuhkan luka lama. Dengan begitu, inner child tidak lagi menguasai emosi saat menghadapi peristiwa kecil.
Sensitivitas terhadap hal kecil tidak muncul begitu saja. Ia seringkali merupakan jejak dari luka lama yang belum selesai. Penyembuhan inner child menjadi jalan untuk lepas dari lingkaran emosi berlebihan.
Editor : M. Subchan Abdullah