BLITAR – Kota Blitar dikenal sebagai Kota Patria, bukan hanya karena sejarah perjuangan tetapi juga kulinernya yang melegenda. Pekan ini, seorang food vlogger mengajak penonton berziarah ke Makam Bung Karno sekaligus berburu kuliner khas Blitar.
Soto Bo Ireng, Sarapan Sejak Zaman Jepang
Perjalanan kuliner dimulai dari Soto Bo Ireng Butin yang berada di Jalan Kelut Kepanjen, Kota Blitar. Warung ini buka mulai pukul 07.00 pagi hingga persediaan habis.
Dengan harga Rp10 ribu per porsi, Soto Bo Ireng berisi nasi, tauge, kucai, daging sapi, dan jeroan. Kuahnya gurih dengan sentuhan kecap manis, sementara sambal dan perasan jeruk nipis menambah segar rasanya.
“Rahasia bumbunya pakai empon-empon, ditumbuk, bukan diblender,” kata Bu Kayatin, penerus generasi kedua penjual soto yang sudah berjualan sejak zaman Jepang.
Ziarah ke Makam Bung Karno
Usai sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Makam Bung Karno di Jalan Ir. Soekarno 152, Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar. Makam proklamator Republik Indonesia ini menjadi pusat wisata religi sekaligus sejarah.
Selain area makam, terdapat juga Perpustakaan Bung Karno dan Museum Bung Karno yang selalu ramai dikunjungi, baik di akhir pekan maupun hari biasa.
Es Dog, Minuman Legendaris yang Kian Langka
Setelah berziarah, sang vlogger mencoba berburu es dog atau es dopp, jajanan khas Blitar yang kini mulai sulit ditemukan. Beruntung, masih ada penjual yang menjajakan es ini dengan aneka rasa mulai kacang hijau, melon, durian, stroberi, hingga cokelat.
Rasanya segar dan manis, cocok diminum siang hari setelah berpanas-panasan di kawasan makam. “Kalau ke Makam Bung Karno, wajib cobain es dog, karena ini legendaris banget,” ujarnya.
Sayur Tewel, Menu Khas Blitar Berikutnya
Perjalanan kuliner di Blitar belum selesai. Setelah menikmati soto dan es dog, sang vlogger melanjutkan berburu sayur tewel, salah satu lauk tradisional khas masyarakat Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.