BLITAR-Pasar Templek, salah satu pasar tradisional tertua di Kota Blitar, kini tampil dengan wajah baru setelah proses relokasi yang dilakukan pada Mei 2024 lalu. Berada di Jalan Kaca Piring, pasar ini bukan hanya sekadar tempat belanja kebutuhan harian, tetapi juga berkembang menjadi destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi warga.
Pasar Tradisional Tertua di Kota Blitar
Pasar Templek sudah lama dikenal masyarakat Blitar sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat. Sebelum direlokasi, ratusan pedagang memenuhi area di Jalan Anggrek, tepat di samping rel kereta api dan Stasiun Blitar. Suasananya kala itu mirip pasar kaget di Thailand, di mana warga bisa berbelanja sayuran hingga jajanan dengan suasana unik di tepi rel.
Namun, sejak 8 Mei 2024, sekitar 260 pedagang resmi direlokasi ke bangunan baru Pasar Templek di Jalan Kaca Piring. Kini, pasar tersebut lebih tertata rapi dengan fasilitas umum seperti toilet, kamar mandi, dan tempat ibadah.
Pagi Jadi Pasar Tradisional, Malam Jadi Wisata Kuliner
Di pagi hari, Pasar Templek tetap menjadi pusat belanja kebutuhan sehari-hari warga Kota Blitar. Mulai sayuran, lauk-pauk, hingga jajanan tradisional bisa ditemukan dengan harga terjangkau.
Menariknya, saat sore menjelang malam, pasar ini berubah menjadi sentra kuliner. Sejumlah pedagang makanan membuka lapak, menawarkan aneka menu khas Blitar dengan harga ramah kantong. Bahkan, setiap malam Minggu, kawasan ini semakin semarak dengan adanya live musik yang menghibur pengunjung.
Kuliner Wajib Coba di Pasar Templek
Salah satu kuliner yang viral di Pasar Templek adalah Sego Endog Kriwul. Dengan harga Rp10.000 per porsi, sajian nasi dengan telur goreng kriwil ini menjadi favorit pembeli. Selain itu, ada juga menu legendaris seperti 3T (telur, tahu, tempe), serta ragam kuliner lain yang menggoda selera.
Suasana pasar pada malam hari semakin menambah daya tarik. Banyak warga datang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati kuliner sambil nongkrong bersama keluarga dan teman.
Ikon Ekonomi Rakyat Blitar
Kehadiran Pasar Templek dengan wajah baru ini menunjukkan bagaimana pasar tradisional tetap bertahan di tengah modernisasi. Dengan relokasi ke tempat yang lebih tertata, pedagang tetap bisa menjalankan usaha, sementara masyarakat mendapatkan pengalaman berbelanja sekaligus berwisata kuliner.
Pasar Templek kini bukan hanya sekadar pusat jual-beli, tetapi juga menjadi ikon wisata ekonomi rakyat di Kota Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.