Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Radang Usus Buntu Bisa Sebabkan Kematian, Dokter Ingatkan Waspada Gejalanya

Nikmah Laila • Minggu, 5 Oktober 2025 | 00:00 WIB

 

 

Photo
Photo

BLITAR KAWENTAR – Radang usus buntu atau apendisitis masih menjadi salah satu penyebab darurat medis yang banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini ditandai nyeri di perut kanan bawah dan berpotensi berakibat fatal jika tidak segera ditangani.Menurut dr. Velmon, SpB(K)BD, konsultan bedah saluran cerna Omni Hospital, usus buntu merupakan bagian kecil berbentuk tabung di awal usus besar yang letaknya di perut kanan bawah. “Kalau ada radang atau infeksi, pasien sering datang dengan keluhan nyeri di perut sebelah kanan bawah,” jelasnya.

Apendisitis umumnya terjadi akibat sumbatan pada rongga usus buntu. Sumbatan bisa disebabkan batu tinja (fekalit), lipatan usus, atau bahkan tumor. Sumbatan ini membuat cairan tidak bisa keluar, sehingga terjadi infeksi yang lama-kelamaan menimbulkan nanah dan berisiko pecah.

Meski fungsinya belum sepenuhnya jelas, usus buntu diduga berperan kecil dalam sistem kekebalan tubuh dan menjadi tempat bakteri baik usus. Namun, jika terinfeksi, kondisinya dapat membahayakan. “Kalau tidak tertangani, usus buntu yang pecah bisa membuat nanah dan kotoran menyebar ke dalam perut. Itu bisa menyebabkan infeksi berat, bahkan kematian,” tegas dr. Velmon.

Gejala awal radang usus buntu sering tidak spesifik. Pasien biasanya mengeluh mulas di perut tanpa lokasi jelas, lalu nyeri berpindah ke perut kanan bawah dalam 24 jam. Gejala lain meliputi demam, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan.Pemeriksaan laboratorium biasanya menunjukkan peningkatan sel darah putih sebagai tanda infeksi. Dokter menyarankan pasien segera mencari pertolongan medis jika nyeri semakin tajam di perut kanan bawah.

Hingga kini, belum ada cara yang terbukti bisa mencegah apendisitis sepenuhnya. Namun, pola makan tinggi serat dan rendah lemak diyakini dapat menurunkan risiko. Mitos seperti mie instan atau biji cabai menyebabkan usus buntu juga dibantah. “Kalau mie instan tidak langsung menyebabkan radang usus buntu, tapi karena kandungan pengawetnya bisa menimbulkan masalah lain di usus,” kata dr. Velmon

Menurut literatur medis, tindakan operasi masih menjadi terapi utama untuk menangani radang usus buntu. Beberapa penelitian membandingkan penanganan non-operatif, namun operasi dinilai lebih efektif mencegah komplikasi.Apendisitis bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, dengan kasus terbanyak pada usia 20–30 tahun. Oleh karena itu, kewaspadaan gejala sejak dini menjadi hal penting agar infeksi tidak berkembang menjadi kondisi berbahaya.

 

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Cabai Menyebabkan Usus Buntu #penyebab radang usus #infeksi radang usus #usus buntu kalangan generasi z #Makanan Penyebab Radang Usus Buntu #penyakit radang usus #kebiasaan pemicu usus buntu #penanganan radang usus #Radang Usus Buntu