BLITAR-Akademi Komunitas Negeri (AKN) Putra Sang Fajar Blitar menjadi salah satu kampus negeri kebanggaan Kota Blitar. Melalui unggahan YouTube Story of Maurett, sejumlah mahasiswa membagikan pengalaman dan kesan mereka selama menempuh pendidikan di kampus yang baru berdiri ini.
Dalam video tersebut, mahasiswa menceritakan bahwa fasilitas AKN Blitar sudah cukup lengkap, mulai dari ruang kelas ber-AC, laboratorium multimedia, hingga perangkat penunjang seperti komputer, kamera, tripod, dan gimbal. “Enggak usah khawatir kalau belum punya laptop atau kamera, karena kampus sudah menyediakan dan mahasiswa bisa meminjam,” ungkap salah satu mahasiswa.
Dari segi perkuliahan, AKN Putra Sang Fajar menawarkan beberapa jurusan, di antaranya Penyuntingan Audio Video (PAV), Teknologi Informasi, Administrasi Perkantoran, hingga Pengolahan Hasil Ternak Unggas (PHTU). Meski berstatus jenjang D2, mahasiswa mengaku tetap bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi melalui program alih jenjang ke berbagai politeknik, seperti Polinema Malang, PENS Surabaya, hingga kampus di Malaysia.
“Awalnya saya ragu karena programnya D2. Tapi ternyata bisa alih jenjang ke D3 atau D4. Jadi enggak salah pilih, apalagi ini satu-satunya kampus negeri di Blitar,” ujar seorang mahasiswa dalam vlog tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga mengapresiasi fleksibilitas jadwal, biaya kuliah yang terjangkau, serta adanya beasiswa KIP Kuliah. UKT yang ditetapkan pun relatif rendah, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per semester. Bahkan, mahasiswa penerima KIP bisa mendapatkan subsidi penuh.
Meskipun masih ada beberapa catatan terkait perawatan fasilitas, mahasiswa sepakat bahwa kuliah di AKN Putra Sang Fajar Blitar terasa menyenangkan dan bermanfaat. “Dosennya asik, pembelajaran ringan, tapi tetap berbobot. Plus, kita juga dibekali kewirausahaan untuk bekal kerja atau usaha nanti,” tambah mahasiswa lainnya.
Dengan statusnya sebagai kampus negeri di Blitar, AKN Putra Sang Fajar diharapkan mampu menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang mencari pendidikan terjangkau namun tetap berkualitas.
Editor : Anggi Septian A.P.