Fenomena Kosongnya Kelas 5 Jutaan di Pasar Smartphone
Sarulloh Adi Prayoga• Selasa, 7 Oktober 2025 | 05:00 WIB
Fenomena Kosongnya Kelas 5 Jutaan di Pasar Smartphone
BLITAR KAWENTAR- Di tengah ramainya peluncuran ponsel baru jelang Lebaran 2025, ada fenomena unik: kelas harga Rp 5-6 jutaan nyaris ditinggalkan brand besar.
David dari GadgetIn menyoroti anomali ini dalam videonya. Jika kategori lain penuh dengan persaingan, justru kelas 5 jutaan sering kosong. Bahkan juara bertahan edisi lalu, Xiaomi 14T, kini kembali naik ke harga 6 jutaan.
Ada dua alasan utama. Pertama, margin keuntungan tipis di segmen ini membuat brand lebih memilih menjual ponsel premium dengan harga di atas Rp 6 juta. Kedua, konsumen kelas menengah biasanya memilih sekalian membeli ponsel flagship lawas yang sedang diskon, atau justru turun ke kelas 4 jutaan yang value-nya lebih terasa.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan global. Data IDC menunjukkan bahwa brand lebih agresif meluncurkan ponsel di bawah Rp 4 juta dan di atas Rp 7 juta, sementara segmen tengah semakin mengecil.
Kosongnya kategori 5 jutaan memperlihatkan perubahan peta strategi industri smartphone. Bagi konsumen, hal ini berarti pilihan lebih terbatas, namun diimbangi dengan banyak promo menarik di segmen atas maupun bawah.