Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Tahapan Cara Cari Uang dari 10 Juta sampai 10 Miliar per Bulan, Rahasia Sukses ala Raymond

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 23:00 WIB
5 Tahapan Cara Cari Uang dari 10 Juta sampai 10 Miliar per Bulan, Rahasia Sukses ala Raymond
5 Tahapan Cara Cari Uang dari 10 Juta sampai 10 Miliar per Bulan, Rahasia Sukses ala Raymond

BLITAR - Siapa sih yang enggak pengin punya penghasilan sampai Rp10 miliar per bulan? Dalam sebuah video viral di YouTube, kreator konten sekaligus entrepreneur Raymond membongkar blueprint lima tahapan cara cari uang — dari level karyawan sampai jadi pemilik sistem yang menghasilkan miliaran rupiah tiap bulan.

Menurut Raymond, perbedaan antara orang dengan penghasilan Rp10 juta per bulan dan Rp10 miliar per bulan bukan semata soal kerja keras, tapi soal mindset dan tahapan mencari uang yang dijalani.

Ia menyebut ada lima fase penting: menjual waktu, menjual usaha, menjual hasil, menjual dampak, dan menjual sistem.

1. Menjual Waktu: Fase Awal yang Terbatas

Raymond menjelaskan, fase pertama adalah menjual waktu untuk uang. Ini fase yang dijalani mayoritas orang: bekerja delapan jam sehari, lima hari seminggu.
“Coba bayangin, gaji Rp10 juta sebulan kalau dibagi jam kerja, nilainya tetap sama. Mau kerja sampai tipes pun, rate-nya enggak akan berubah,” ujarnya.

Menurutnya, di fase ini sangat sulit mencapai penghasilan di atas Rp100 juta per bulan. Data menunjukkan hanya kurang dari 1% profesional Indonesia yang bisa menembus angka itu. “Safe to say, step satu ini susah buat sampai Rp10 miliar per bulan,” katanya.

2. Menjual Usaha: Naik Level Jadi Freelancer atau Pengusaha

Fase kedua, kata Raymond, adalah menjual usaha untuk uang. Di sini orang mulai menentukan harga berdasarkan skill dan effort, bukan waktu.
“Biasanya orang mulai punya side hustle atau jadi freelancer. Misalnya coder, desainer, atau konsultan,” jelasnya.

Namun, walaupun bayaran bisa naik, fase ini tetap mentok karena waktu tetap terbatas. “Dulu gua dibayar 2 sampai 8 juta per jam di Singapura, tapi tetap mentok. Karena sehari tetap 24 jam,” ujarnya.

3. Menjual Hasil: Fokus pada Nilai, Bukan Jam Kerja

Pada fase ketiga, seseorang mulai menjual hasil, bukan waktu atau usaha. Nilai kerja diukur dari output yang dihasilkan.
“Misalnya kalian bikin campaign yang sukses dan naikkan omset perusahaan Rp10 miliar, kalian bisa minta bonus persentase dari hasil itu,” kata Raymond.

Begitu juga freelancer yang menjual logo. “Kalau logo kalian bisa bikin brand kompetitor terlihat premium, harga bisa naik dua kali lipat. Bahkan ada yang jual logo miliaran rupiah,” tambahnya.

Menurut Raymond, di fase ini seseorang bisa menembus penghasilan tinggi tanpa batas waktu tertentu. Namun, untuk naik level, dibutuhkan kemampuan memberi impact nyata.

4. Menjual Dampak: Mengubah Perspektif Jadi Solusi

Tahap keempat adalah menjual dampak. Bukan lagi soal waktu atau skill, tapi seberapa besar pengaruh kerja seseorang terhadap hasil akhir.
“Kalau di fase tiga kalian jual hasil, di fase empat kalian jual dampak. Misalnya kalian bisa bantu perusahaan dengan budget Rp100 juta menghasilkan omzet Rp10 miliar. Fair dong kalau minta 10-20% dari profitnya?” ucap Raymond.

Di fase ini, seseorang bisa mencari klien bernilai tinggi (high value clients) yang siap membayar berdasarkan persentase hasil. “Orang yang bisa menjual dampak enggak punya batasan penghasilan,” katanya tegas.

5. Menjual Sistem: Puncak Kebebasan Finansial

Fase tertinggi adalah menjual sistem. Raymond menyebut, di titik ini seseorang tak lagi menjual waktu, tenaga, atau hasil — melainkan membangun sistem yang bisa menghasilkan uang sendiri.
“Gua punya lebih dari 100 orang di perusahaan. Mereka semua kerja di fase masing-masing, tapi sistemnya bikin gua tetap cuan walau enggak kerja langsung,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang takut ke fase ini karena merasa “buang duit” buat merekrut orang. Padahal, membangun sistem adalah investasi, bukan beban. “Ini mindset yang harus diubah. Selama bisa dipantau dan direncanakan, sistem itu aset,” tambahnya.

Raymond menegaskan, semua fase harus dijalani satu per satu. “Gua dulu juga mulai dari bawah. Pernah rugi miliaran, tapi itu bagian dari proses. Reward besar selalu datang dengan risiko besar,” katanya menutup.

Bagi Raymond, tak masalah di fase mana seseorang berada — entah masih karyawan, freelancer, atau pengusaha. Yang penting, terus naik level dan pahami bahwa setiap tahap punya risiko dan potensi berbeda.
“Enggak semua orang harus jadi pebisnis. Tapi semua orang bisa belajar cara pikir orang yang cari uang sampai miliaran,” pungkasnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#penghasilan 10 miliar #cara cari uang dari internet #mindset sukses #fase mencari uang