Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Benarkah Ginjal Butuh Istirahat? Ini Penjelasan Medisnya

Nikmah Laila • Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR KAWENTAR - Banyak anggapan yang beredar bahwa minum terlalu banyak air pada malam hari bisa membebani ginjal karena organ tersebut juga membutuhkan waktu istirahat. Namun, benarkah demikian?

Ginjal merupakan salah satu organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang racun, mengatur keseimbangan cairan, serta menjaga kadar elektrolit dalam tubuh. Sama seperti jantung dan paru-paru, ginjal bekerja secara otomatis atau dikenal dengan istilah autonom. Artinya, organ ini tidak pernah berhenti bekerja meskipun seseorang sedang tidur.

Menurut penjelasan medis, ginjal tidak memiliki mode “istirahat total”. Yang terjadi hanyalah penurunan aktivitas metabolik ketika seseorang tidur. Hal ini sama seperti jantung yang berdetak lebih pelan atau paru-paru yang bernapas lebih tenang saat beristirahat, tetapi tetap menjalankan fungsinya. Jika ginjal benar-benar berhenti bekerja, tubuh tidak akan mampu menyaring darah dan membuang limbah, yang bisa berakibat fatal.Itu sebabnya anggapan bahwa ginjal perlu “rehat” seperti manusia tidur adalah keliru. Yang benar, ginjal bekerja lebih ringan karena metabolisme tubuh melambat saat istirahat.

Baca Juga: Jawa Pos Radar Blitar Gelar Kompetisi Podcast untuk Anak Pelajar SMA/SMK Sederajat, Kalian Buruan Daftar

Lantas, bagaimana dengan kebiasaan minum air dalam jumlah besar sebelum tidur? Minum air memang penting untuk mencegah dehidrasi. Namun, jika berlebihan, efek yang paling nyata adalah sering buang air kecil (beser) di malam hari sehingga tidur terganggu.

Selain itu, minum terlalu banyak dalam satu waktu bisa membuat perut terasa kembung. Karena itu, ahli kesehatan menyarankan cukup minum satu hingga dua teguk air sebelum tidur, bukan satu botol penuh.Bukan jumlah air yang wajar yang membuat ginjal bekerja lebih berat, melainkan pola konsumsi lain, seperti:

Kondisi tersebut dapat memperberat kerja ginjal dalam proses filtrasi. Begitu pula olahraga ekstrem yang dilakukan terus-menerus tanpa istirahat bisa menambah beban metabolik, meski ginjal tetap bekerja. Tubuh memberi sinyal haus sebagai tanda sudah kekurangan cairan. Oleh karena itu, minumlah sebelum merasa haus agar kebutuhan cairan tercukupi. Saat tidur, tubuh tetap mengeluarkan cairan melalui pernapasan dan keringat, meskipun berada di ruangan ber-AC. Itulah sebabnya seseorang sering bangun dengan tenggorokan kering.Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Selain mencegah dehidrasi, air juga membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal.

Editor : M. Subchan Abdullah
#manfaat air putih untuk diet #minum air putih setelah bangun #Kebiasaan Jarang Minum Air Putih #berbuka dengan air putih #kesehatan anak #air putih #Perbedaan air putih dan air mineral