BLITAR-Setelah lima bulan menggunakan Poco X7 Pro, YouTuber teknologi Erwan Sodikin akhirnya membagikan pengalaman lengkapnya. Dalam video review terbaru di kanalnya, Erwan mengulas secara jujur soal kelebihan dan kekurangan Poco X7 Pro berdasarkan pemakaian pribadi.
Menurutnya, meskipun HP ini punya performa yang luar biasa untuk harga Rp4–5 jutaan, tetap ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan calon pengguna.
Desain Slick dan Minimalis
Dari sisi tampilan, Erwan mengaku sangat menyukai desain Poco X7 Pro. “Kelihatan lebih slick dan minimalis. Build quality-nya juga lebih baik daripada seri sebelumnya,” ujarnya.
Frame-nya terasa solid, tidak “sekerupuk” Poco X6 Pro. Walau bagian belakang atau backdoor-nya sedikit kopong dan cembung, hal itu masih bisa dimaklumi karena versi Indonesia baterainya disunat dari versi global.
Harga Murah, Hardware Gahar
Salah satu poin utama yang disorot Erwan adalah harga Poco X7 Pro yang masih sangat kompetitif. Dengan banderol sekitar Rp4,5 juta, pengguna sudah bisa mendapatkan chipset Dimensity 8400 Ultra, RAM 12 GB, dan penyimpanan 512 GB UFS 4.0.
“Secara hardware, HP ini masih enggak ada lawan di kelasnya. Paling dekat cuma Infinix GT30 Pro, itu pun chipset-nya masih di bawah,” kata Erwan.
Selain performa, Poco X7 Pro juga membawa baterai besar 6.000 mAh dengan fast charging 90 watt, serta layar AMOLED 1,5K yang tajam dan terang.
Performa Lancar, Suhu Aman
Untuk pemakaian harian, Erwan menilai performa Poco X7 Pro stabil dan lancar. Baik digunakan untuk gaming berat, editing video, maupun sekadar scrolling media sosial, HP ini tidak menunjukkan gejala lag.
“Soal suhu, buat pemakaian normal aman banget. Paling cuma anget aja,” katanya.
Bahkan saat digunakan untuk bermain game berat seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail, suhu maksimalnya hanya mencapai 45–46 derajat Celsius, jauh lebih stabil dibanding Poco X6 Pro yang bisa tembus 50 derajat.
Layar Cerah dan Tangguh
Erwan juga menyoroti peningkatan signifikan pada layar. Poco X7 Pro kini mendukung kecerahan puncak hingga 3.200 nit, dan dilindungi Corning Gorilla Glass 7i.
“Dari dulu saya udah suka layar Poco seri X, dan yang ini makin bagus. Cerah banget, dipakai di luar ruangan tetap jelas,” ujarnya.
Kamera Video Mantap, Foto Kurang Natural
Meski hasil foto Poco X7 Pro dinilai masih sering over contrast, performa videonya justru mendapat pujian.
“Stabilisasi OIS dan EIS-nya kerasa banget. Apalagi udah bisa rekam 4K 60 FPS,” katanya. Namun fitur ini baru berlaku untuk kamera belakang; kamera depan belum mendukung 4K.
Untuk pengguna yang ingin hasil foto lebih natural, Erwan menyarankan menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti GCam.
Kekurangan: Baterai, Speaker, dan Software
Masuk ke bagian minus, Erwan menyebut beberapa poin yang menurutnya perlu diperbaiki Poco.
Pertama, meski membawa baterai 6.000 mAh, daya tahannya terbilang biasa saja. Screen-on-time (SOT) yang ia dapat hanya 6–7 jam, kalah dibanding HP lain dengan kapasitas sama.
Kedua, speaker stereo Dolby Atmos yang seharusnya unggul ternyata masih kurang greget. “Bass-nya tipis, lebih dominan vokal dan treble. Bahkan di volume 50 persen, backdoor-nya udah bergetar parah,” ujarnya.
Ketiga, HyperOS 2.0 yang jadi sistem andalan Poco disebut masih belum stabil. “Kadang UI-nya starter, nge-bug, bahkan crash. Enggak se-optimal brand lain,” keluhnya.
Meski begitu, Poco menjanjikan dukungan 3 kali update OS dan 4 tahun security patch, yang dinilai cukup baik untuk HP kelas menengah.
Masalah Bluetooth dan Audio
Selain itu, Erwan juga mengalami masalah aneh di sektor Bluetooth. Saat terhubung ke TWS, suara kadang distorsi atau pecah. “Awalnya saya kira TWS saya rusak, tapi setelah coba TWS lain tetap sama. Entah masalahnya di software atau hardware,” katanya.
Kesimpulan: Masih Terbaik di Kelasnya
Menutup review-nya, Erwan menegaskan bahwa Poco X7 Pro tetap menjadi salah satu HP terbaik di kelas Rp4–5 jutaan tahun 2025.
“Enggak ada HP yang sempurna, tapi kalau dilihat dari harga dan performa, Poco X7 Pro masih yang paling gahar,” tutupnya.