Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bahaya Junk Food Bagi Remaja, Pakar Ingatkan Risiko Obesitas hingga Penyakit Kronis

Nikmah Laila • Rabu, 8 Oktober 2025 | 01:00 WIB

Photo
Photo

BLITAR KAWENTAR - Konsumsi junk food yang semakin marak di kalangan remaja dinilai dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan. Junk food yang identik dengan makanan cepat saji, tinggi lemak, gula, dan garam namun rendah nutrisi, disebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan mulai dari obesitas hingga penyakit kronis.

Pakar gizi menyebut bahwa remaja merupakan kelompok yang paling rentan. Pada usia pertumbuhan, tubuh membutuhkan asupan seimbang berupa protein, vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, pola makan berbasis junk food justru mengurangi asupan nutrisi penting tersebut. Kekurangan zat gizi seperti kalsium, zat besi, serta vitamin A, C, dan D dapat menghambat perkembangan fisik maupun kognitif.

Selain itu, dampak konsumsi junk food juga terlihat pada peningkatan risiko obesitas. Kalori tinggi yang berasal dari lemak jenuh dan gula sederhana membuat energi berlebih menumpuk menjadi lemak. Jika pola ini berlangsung lama, remaja berisiko mengalami diabetes tipe 2, hipertensi, bahkan penyakit jantung sejak dini.

Baca Juga: Dapur MBG di Kabupaten Blitar Terapkan SOP Ketat Penyajian Menu Antisipasi Keracunan

“Junk food memang praktis dan mudah didapat, tapi konsumsi berlebihan bisa meninggalkan konsekuensi jangka panjang. Obesitas pada remaja adalah salah satu masalah yang paling nyata dan berbahaya,” ujar seorang pakar gizi.

Masalah lain yang sering muncul akibat konsumsi junk food adalah gangguan kesehatan gigi, sembelit karena rendah serat, serta penurunan daya tahan tubuh. Kandungan garam berlebih juga membuat ginjal bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko hipertensi di kemudian hari.

Tidak hanya berdampak pada tubuh, junk food juga bisa memengaruhi kondisi psikologis. Lonjakan kadar gula dalam darah dapat menimbulkan perubahan suasana hati, rasa cemas, hingga depresi. Penelitian terbaru bahkan mengaitkan pola makan tinggi junk food dengan gangguan perilaku dan konsentrasi pada remaja.

Baca Juga: Ribuan Pelamar Bersaing Ketat Masuk PLN, Biaya Tes hingga Dampak Ekonomi Jadi Sorotan!

Pakar mengimbau agar orang tua turut berperan dalam mengawasi pola makan anak. “Remaja cenderung mengikuti tren dan memilih yang praktis. Orang tua harus memberi edukasi dan menyediakan pilihan makanan sehat di rumah,” tambahnya.Masyarakat juga diingatkan pentingnya membatasi konsumsi junk food dan lebih mengutamakan pola makan seimbang. Sayur, buah, protein sehat, serta air putih harus menjadi bagian dari menu harian remaja

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : M. Subchan Abdullah
#kebiasaan makan junk food #Berhenti Makan Junk Food #junk food #bahaya junk food bagi kesehatan #Bahaya Junk Food #makan junk food #junk food penyebab jerawat