BLITAR KAWENTAR - Kopi bukan lagi sekadar minuman penahan kantuk. Dari sejarah panjangnya di Ethiopia hingga ke kafe-kafe modern Indonesia, kopi telah menjelma menjadi simbol gaya hidup anak muda.
Awalnya, kopi digunakan masyarakat Arab untuk membantu mereka tetap fokus menghafalkan kitab. Lalu, melalui jalur perdagangan, kopi masuk ke dunia Barat dan menjadi bagian dari budaya kaum intelektual.
Di Indonesia, fungsi kopi juga berkembang. Dahulu, kopi dinikmati sebagai pelepas penat, kini hadir dalam wujud kafe yang menjamur di perkotaan. Fenomena ini membuat ngopi tidak lagi sekadar aktivitas melepas dahaga, melainkan gaya hidup yang identik dengan sosialisasi.
Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Dukung Sinergi Pemkab Blitar dengan Pelaku Usaha Perkebunan
Sosiolog perkotaan, Andi Rahman, menyebut, “Kopi kini berfungsi sebagai simbol sosial, bukan hanya minuman.” Menurutnya, hal itu sejalan dengan pola konsumsi anak muda yang mencari identitas melalui aktivitas sehari-hari.
Transformasi kopi menunjukkan bagaimana budaya dapat berubah seiring waktu. Dari tradisi spiritual, kopi kini menjadi bagian penting gaya hidup modern di Indonesia.
Baca Juga: Inilah Bahaya Stunting, Dinkes Kota Blitar Ungkap Dampaknya Terhadap Perkembangan Otak Anak
Editor : M. Subchan Abdullah