BLITAR - Banyak orang menyalahkan sinar matahari sebagai penyebab utama wajah rusak, flek hitam, dan kusam. Padahal menurut dokter kecantikan yang viral di YouTube, masalah sebenarnya justru datang dari kulit yang sudah menipis karena skincare berlebihan.
Dalam video berdurasi hampir 20 menit itu, dokter menjelaskan dengan tegas bahwa bukan matahari yang salah, melainkan kebiasaan pengguna skincare yang terlalu sering melakukan treatment keras seperti laser, peeling, atau penggunaan krim malam setiap hari tanpa jeda.
“Matahari sudah ada jauh sebelum Anda mulai pakai skincare. Yang salah itu kulit Anda sendiri, sudah menipis dan tidak kuat lagi terhadap paparan matahari,” ujarnya.
Menurutnya, kulit wajah yang menipis akan menjadi sangat sensitif terhadap paparan sinar UV, bahkan terhadap produk ringan seperti vitamin C. Kondisi ini sering ditandai dengan kulit kemerahan, mengilap, mudah perih, dan terasa nyelekit ketika memakai produk apapun.
Bukan Matahari, Tapi Kulit yang Terlalu Tipis
Dokter menekankan bahwa perawatan kulit berlebihan justru bisa merusak lapisan pelindung alami kulit(skin barrier). Selama bertahun-tahun, banyak orang fokus memutihkan wajah, padahal leher dan tubuh mereka baik-baik saja meski jarang dirawat. Hal itu menunjukkan bahwa tubuh sebenarnya kuat terhadap paparan matahari, sementara wajah menjadi rapuh karena terlalu sering “diotak-atik”.
“Coba lihat, leher dan badan Anda baik-baik saja, padahal jarang diberi moisturizer atau sunblock. Tapi wajah bisa rusak parah karena kebanyakan treatment,” katanya.
Ia menyarankan agar masyarakat tidak asal mengikuti tren perawatan wajah. Laser, peeling, dan krim malam memang boleh dilakukan, tetapi tidak bersamaan atau terlalu sering. Prinsipnya adalah “less is more”—cukup satu jenis treatment dalam satu waktu, dan beri jeda minimal dua bulan sebelum berganti metode.
Tanda-Tanda Kulit Sudah Rusak
Beberapa tanda kulit sudah menipis dan rusak antara lain:
- Permukaan kulit tampak mengkilap seperti plastik.
- Warna kulit menjadi kemerahan dan mudah iritasi.
- Produk apapun terasa perih saat digunakan.
- Kulit terasa sangat kering bahkan setelah diberi pelembap.
Jika kondisi ini sudah terjadi, sebaiknya segera hentikan semua skincare aktif dan kembali ke basic skincare.
“Cukup pakai sabun pembersih, moisturizer, dan sunblock. Itu saja sudah cukup untuk kulit yang sehat,” jelasnya.
Panduan Merawat Kulit Sehat
Untuk kulit yang masih sehat, dokter menyarankan rutinitas sederhana:
- Pagi: sabun, moisturizer, dan sunblock.
- Siang:reapply sunblock setiap 2 jam jika terpapar matahari.
- Malam: cukup sabun dan moisturizer.
- Tambahan: retinol maksimal dua kali seminggu, serta konsumsi kolagen untuk mendukung elastisitas kulit.
Ia juga menekankan pentingnya minum cukup air dan menjaga pola makan sehat. “Kalau kulit Anda sudah bagus, enggak usah diapa-apain. Rawat seperlunya,” tambahnya.
Waspada Produk yang Menjanjikan Hasil Instan
Selain itu, dokter memperingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada produk atau klinik yang menjanjikan hasil instan seperti “menghilangkan bopeng” atau “memutihkan dalam seminggu”. Menurutnya, tidak ada skincare atau treatment apapun yang bisa menghilangkan bopeng secara sempurna.
“Kalau ada yang bilang bopeng bisa hilang 100 persen, itu bohong. Enggak ada teknologi seperti itu,” tegasnya.
Untuk bopeng ringan, masih bisa diperbaiki dengan perawatan bertahap. Namun untuk bopeng dalam, perlu tindakan bedah kecil seperti facelift atau nano fat transfer agar kulit lebih halus. Meski begitu, hasilnya tetap tidak bisa sempurna.
Rawat Kulit dengan Bijak
Di akhir video, dokter berpesan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih klinik dan perawatan. Ia menilai masih banyak tempat yang hanya berorientasi pada penjualan, bukan pada kebutuhan pasien.
“Treatment itu seperlunya, bukan semua yang dijual harus Anda coba. Kalau kulit sudah bagus, enggak usah dipaksakan,” tutupnya.
Pesannya sederhana namun penting: kulit tidak perlu “disiksa” untuk menjadi cantik. Rawatlah dengan cara yang bijak dan cukup seperlunya