BLITAR KAWENTAR - Banyak yang percaya bahwa tidur kurang dari enam jam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, apakah benar durasi tidur menjadi faktor utama?
Menurut penjelasan dokter dalam acara “Mitos Fakta Ar Botak”, durasi tidur bukan satu-satunya penentu kesehatan jantung. Yang lebih penting adalah kualitas tidur, terutama apakah seseorang mencapai fase deep sleep (tidur dalam).
Fase deep sleep memungkinkan otak dan tubuh melakukan regenerasi. Bila fase ini terganggu, risiko hipertensi, stres oksidatif, hingga penyakit jantung bisa meningkat. Namun, jika seseorang hanya tidur lima atau enam jam tetapi mencapai fase tidur dalam yang cukup, tubuh tetap dapat berfungsi optimal.
Faktor usia juga berpengaruh. Orang dewasa di atas 30 tahun umumnya hanya membutuhkan 5–7 jam tidur per malam, sedangkan anak-anak membutuhkan lebih banyak. “Yang penting bukan berapa jam tidur, tapi seberapa berkualitas tidurnya,” ujar sang dokter.
Kebiasaan begadang tanpa tidur cukup selama beberapa hari berturut-turut justru berisiko besar memicu stroke dan gangguan jantung, karena tubuh kehilangan waktu untuk memperbaiki jaringan.
Tidur singkat belum tentu berbahaya, asal kualitasnya baik. Untuk menjaga kesehatan jantung, pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan hindari pola begadang yang berkepanjangan.
Editor : M. Subchan Abdullah