BLITAR KAWENTAR - Istilah “red flag” kini populer di kalangan muda untuk menandai tanda bahaya dalam hubungan. Menurut Ustaz Felix, Islam sebenarnya sudah lama memberikan panduan tentang hal ini bahkan lebih mendalam dari sekadar istilah modern.
Dalam diskusi seputar hubungan dan taaruf, Ustaz Felix menyebut sedikitnya lima tanda utama laki-laki “red flag” atau berpotensi tidak layak dijadikan pasangan hidup.
Pertama, tidak taat kepada Allah. “Kalau sama Allah saja tidak taat, apalagi kepada istrinya,” katanya. Kedua, emosional dan suka membentak, terutama kepada ibu atau calon pasangan. “Kalau sebelum nikah saja sudah marah-marah, apalagi sesudah.”
Ketiga, pelit atau perhitungan soal uang. Ia menilai, “Cowok pemurah adalah tanda tanggung jawab. Split bill dari awal itu red flag.” Keempat, malas dan tidak punya etos kerja, karena tanggung jawab nafkah adalah bagian dari peran laki-laki.
Dan terakhir, enggan bertanggung jawab. “Cowok yang selalu nyalahin orang lain, alasan macet, alasan lupa, itu bukan pemimpin keluarga,” ujarnya.
Pandangan ini sejalan dengan nilai psikologis modern: perilaku agresif, pelit, dan defensif merupakan indikator rendahnya empati dan stabilitas emosi—dua faktor penting dalam hubungan jangka panjang.
Menilai pasangan bukan berarti mencari yang sempurna, tetapi mengenali tanda bahaya sejak awal. Ustaz Felix menekankan, “Cinta sejati bukan buta, tapi bijak memilih.”
Editor : M. Subchan Abdullah