Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

“Generasi Insecure: Saat Media Sosial Menjadi Cermin yang Memantulkan Kekosongan”

Annisa Nur Azzizah • Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Media sosial sering memicu rasa tidak cukup. Belajar berhenti membandingkan diri jadi kunci menjaga kesehatan mental generasi muda.
Media sosial sering memicu rasa tidak cukup. Belajar berhenti membandingkan diri jadi kunci menjaga kesehatan mental generasi muda.

BLITAR KAWENTAR - Di era digital, media sosial sering kali menjadi tolok ukur kesuksesan. Namun di balik foto-foto cerah dan pencapaian yang dipamerkan, tersimpan paradoks: semakin sering membandingkan diri, semakin besar rasa tidak cukup.

Dalam video reflektif yang sedang ramai dibahas, seorang kreator muda membagikan pengalaman pribadinya tentang “kejar validasi” di dunia maya. Ia bercerita bagaimana dirinya dulu berpikir bahwa agar dihargai, ia harus lebih ganteng, lebih pintar, dan lebih kaya. Namun semua itu justru membuatnya kehilangan ketenangan.

Menurut riset Journal of Social and Clinical Psychology (2021), kebiasaan membandingkan diri di media sosial terbukti meningkatkan risiko stres dan depresi. Fenomena ini dikenal sebagai comparison trap, di mana seseorang merasa gagal karena melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna.

Pembicara mengingatkan, apa yang terlihat di media sosial hanyalah potongan terbaik dari hidup seseorang bukan keseluruhannya. “Kita bandingin highlight orang lain dengan behind the scene hidup kita sendiri. Itu enggak adil,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya berhenti melihat timeline orang lain sebagai standar hidup. Alih-alih mengejar popularitas, fokuslah membangun ketenangan batin, keikhlasan, dan kejujuran dalam berproses. Karena menurutnya, “pencapaian paling mahal bukan angka di rekening, tapi ketenangan hati.”

Generasi muda perlu belajar memilah antara realita dan ilusi digital. Mengurangi waktu membandingkan diri bisa menjadi langkah awal menuju kesehatan mental yang lebih baik.

Editor : M. Subchan Abdullah
#Generasi Insecure