Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Sidak Pelabuhan Tanjung Priok, Tegaskan Tak Ada Impor Ilegal Lolos Bea Cukai

Ichaa Melinda Putri • Selasa, 14 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Sidak Pelabuhan Tanjung Priok, Tegaskan Tak Ada Impor Ilegal Lolos Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Sidak Pelabuhan Tanjung Priok, Tegaskan Tak Ada Impor Ilegal Lolos Bea Cukai

BLITAR-Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/10). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada barang impor ilegal yang masuk tanpa pengawasan ketat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Langkah cepat ini menegaskan komitmen Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dalam memperkuat sistem pengawasan arus barang di pintu masuk utama perdagangan Indonesia. Dalam sidak tersebut, Purbaya turun langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) sambil berdialog dengan sejumlah petugas Bea Cukai yang tengah melakukan pemeriksaan kontainer.

“Saya ingin memastikan semua kontainer dan barang yang masuk memiliki dokumen lengkap. Jangan sampai ada yang coba-coba bermain,” tegas Purbaya di sela peninjauan.

Fokus Purbaya: Ketegasan dan Efisiensi

Dalam pengamatannya, Purbaya menyoroti proses pemeriksaan yang dinilai terlalu lama karena jumlah kontainer yang harus dicek masih sangat besar. Ia menilai perlu ada keseimbangan antara ketelitian pemeriksaan dan efisiensi waktu agar arus logistik tidak tersendat.

“Kalau semuanya dicek satu per satu bisa lama sekali. Saya akan lihat apakah bisa dikurangi menjadi 20 atau 30 persen secara acak tapi tetap efektif,” ujarnya.

Purbaya menekankan bahwa pemeriksaan harus tetap berbasis risiko dan data intelijen, bukan sekadar prosedural. Ia mengingatkan agar pengawasan tidak menjadi celah bagi oknum untuk memperlambat proses distribusi atau bahkan melakukan pungli di lapangan.

Kemenkeu, menurutnya, berkomitmen membangun sistem pengawasan cerdas dan transparan dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti automated risk management system dan pelaporan real-time untuk mencegah praktik curang di pelabuhan.

purbaya

]Baca Juga: Purbaya Bongkar Mafia Pertamina yang Sengaja Bakar Kilang Sendiri Demi Keuntungan Impor Besar-besaran

Jaga Kepercayaan Publik terhadap Bea Cukai

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dalam memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap Bea dan Cukai, yang beberapa waktu terakhir mendapat sorotan tajam terkait isu pelayanan dan integritas.

Purbaya meminta seluruh jajaran DJBC agar tidak hanya bekerja keras tetapi juga menjaga nama baik institusi.

“Kita ini penjaga keuangan negara. Integritas adalah segalanya. Kalau kepercayaan publik hilang, yang rugi bukan cuma Bea Cukai, tapi seluruh bangsa,” ujarnya.

Ia juga meminta agar koordinasi antarinstansi di pelabuhan—termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, dan Badan Karantina—terus diperkuat untuk mempercepat proses pemeriksaan tanpa mengurangi ketelitian. Kolaborasi lintas lembaga, kata Purbaya, menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak bagi penyelundupan barang impor ilegal.

Tantangan Baru di Bawah Kepemimpinan Purbaya

Sejak dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya Yudi Sadewa dikenal aktif turun ke lapangan meninjau langsung kinerja jajaran di bawahnya. Sidak di Pelabuhan Tanjung Priok ini menjadi salah satu dari serangkaian langkah awalnya untuk memperkuat pengawasan fiskal dan arus barang di Indonesia.

Sebagai mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pejabat senior di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Purbaya membawa gaya kepemimpinan yang tegas dan analitis. Ia menilai bahwa pengelolaan keuangan negara tidak cukup hanya di ruang rapat, melainkan harus dimulai dari lapangan—tempat uang negara benar-benar berputar.

“Saya ingin lihat sendiri bagaimana sistem berjalan. Kita butuh data nyata di lapangan untuk memperbaiki kebijakan di atas,” kata Purbaya.

Dorongan Reformasi di Pelabuhan

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lokasi strategis bagi reformasi yang diusung Purbaya karena pelabuhan ini menangani lebih dari 60 persen arus barang ekspor-impor nasional. Ia bertekad menjadikan pelabuhan tersebut sebagai model transparansi dan efisiensi nasional, di mana proses kepabeanan berjalan cepat tanpa kompromi terhadap aturan.

Langkah Purbaya ini disambut positif oleh para pengusaha logistik dan eksportir. Mereka berharap sidak semacam ini dapat mendorong reformasi nyata di lapangan, mempercepat bongkar muat, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini menjadi keluhan utama pelaku usaha.

Kunjungan kerja Menteri Keuangan ke Tanjung Priok berakhir dengan pengarahan tertutup kepada pejabat Bea Cukai setempat. Purbaya menegaskan kembali pesan kuncinya: “Tidak boleh ada impor ilegal yang lolos. Negara tidak boleh kalah oleh oknum.”

Editor : Anggi Septian A.P.
#pelabuhan tanjung priok #Purbaya Yudi Sadewa #bea cukai #menteri keuangan #impor ilegal