BLITAR KAWENTAR - Di era ketika setiap tindakan bisa dikomentari publik, menjaga ketenangan mental menjadi tantangan tersendiri. Lewat videonya, Eva membagikan strategi sederhana namun efektif untuk melindungi diri dari opini negatif.
Eva memulai dengan fakta sederhana: opini orang lain tak seharusnya memiliki bobot lebih dari opini kita terhadap diri sendiri. Dalam dunia digital, komentar bisa datang dari mana saja namun tidak semuanya layak direspons.
Ia memperkenalkan konsep “filter mental”, yakni mekanisme berpikir sebelum membiarkan ucapan orang lain memengaruhi emosi. Setiap kali mendengar kritik, tanyakan tiga hal: apakah benar, apakah niatnya baik, dan apakah itu cerminan dari orang lain, bukan diri kita.
Menurut Eva, strategi ini penting diterapkan terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah arus validasi sosial. “Kalau kamu terus hidup berdasarkan opini publik, kamu seperti bola pingpong mental ke sana kemari,” ujarnya.
Eva juga menyoroti pentingnya memilih lingkungan pertemanan. Ia menyarankan untuk menjaga jarak dari orang-orang yang selalu meremehkan ide dan ambisi, karena mereka bisa menjadi penghalang pertumbuhan. “Bukan berarti harus memutus hubungan, tapi jangan beri mereka akses ke mimpi-mimpimu,” tambahnya.
Dengan pesan yang lugas dan penuh empati, Eva mengajak audiens lebih selektif terhadap pendapat yang mereka izinkan masuk ke dalam hati. Di tengah bisingnya dunia maya, kemampuan memfilter opini bukan sekadar strategi bertahan, melainkan bentuk cinta terhadap diri sendiri.
Editor : M. Subchan Abdullah