BLITAR KAWENTAR - Dalam era media sosial yang sarat pencitraan dan validasi, banyak orang terjebak dalam kekhawatiran berlebihan tentang pandangan orang lain. Namun, seorang kreator bernama Eva mengingatkan bahwa ketidakpedulian orang lain justru bisa menjadi kebebasan terbesar dalam hidup.
Dalam salah satu video reflektifnya di YouTube, Eva mengulas fenomena psikologis yang disebut spotlight effect keyakinan bahwa setiap orang merasa dirinya selalu menjadi pusat perhatian. Padahal, faktanya, sebagian besar orang lebih sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada memperhatikan kita.
Eva menegaskan bahwa opini orang lain sering kali bersifat dangkal dan sementara. Contohnya, seseorang mungkin mengomentari unggahan kita di media sosial, namun beberapa detik kemudian, mereka sudah beralih ke hal lain. “Mereka hanya bicara sesaat, lalu melupakanmu,” ujarnya.
Melalui pendekatan psikologis yang ringan, Eva mengajak audiensnya menyadari bahwa komentar negatif tidak seharusnya mengendalikan hidup. Sebab, banyak orang yang nyinyir bukan karena mereka benar, melainkan karena mereka merasa iri atau belum berani melakukan hal yang sama.
Eva juga memperkenalkan strategi sederhana: membayangkan adanya “filter” di atas kepala untuk menyaring setiap opini yang masuk. Sebelum menerima komentar negatif, tanyakan dulu apakah itu benar, berasal dari niat baik, atau hanya cerminan ketidaknyamanan orang lain. Dengan begitu, seseorang bisa menjaga kesehatan mental dan fokus pada pengembangan diri.
Eva menegaskan, hidup akan lebih ringan ketika kita berhenti mempersilakan opini orang lain mendikte keputusan pribadi. Ketika seseorang sadar bahwa “tidak ada yang benar-benar peduli”, ia justru menemukan kebebasan untuk menjadi diri sendiri.
Editor : M. Subchan Abdullah