Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Stimulasi Dini, Kunci Kecerdasan Anak di Usia Emas: Chika Bagikan Pengalaman Didik Anak 2 Tahun yang Sudah Kritis

Rizqina Lailal Akhtari • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:00 WIB

Chika terapkan stimulasi sejak dini untuk anaknya, Ken: Ia ajarkan eksplorasi dan berpikir kritis agar anak tumbuh mandiri dan percaya diri.
Chika terapkan stimulasi sejak dini untuk anaknya, Ken: Ia ajarkan eksplorasi dan berpikir kritis agar anak tumbuh mandiri dan percaya diri.

BLITAR KAWENTAR - Usia dini sering disebut sebagai golden age atau masa emas dalam tumbuh kembang anak. Pada masa inilah otak anak berkembang pesat dan mudah menerima berbagai stimulasi. Selebgram sekaligus ibu muda, Chika, membagikan pengalaman dalam menstimulasi anaknya, Ken, yang kini berusia dua tahun delapan bulan dan menunjukkan ketertarikan tinggi pada sains.

Chika mengaku telah memperkenalkan stimulasi sejak Ken lahir. Salah satunya dengan memperkenalkan buku-buku bergambar kontras dan kegiatan sensorik seperti sensory play. “Stimulasi itu menurut aku penting banget. Aku udah perkenalkan buku sejak dia pertama kali hadir ke dunia ini,” ujarnya.

Menurut Chika, stimulasi bukan semata mengajarkan anak membaca atau berhitung lebih cepat, melainkan menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan kemandirian. Ia lebih memilih membiarkan Ken mengeksplorasi dan berimajinasi daripada memaksakan hafalan. Misalnya, saat Ken menyebut jamur sebagai “rumah mini,” Chika tidak langsung membetulkan, tetapi menanyakan alasan di balik pemikirannya.

Baca Juga: Siapa Sekda Terpilih Kabupaten Blitar, DPRD Serahkan Pilihan ke Bupati asal Harus Begini

Ia juga menggunakan eksperimen sederhana untuk menjawab rasa ingin tahu anaknya. “Waktu Ken nanya soal oksigen, aku nyalain lilin dan tutup pakai gelas supaya dia lihat apinya mati karena nggak ada oksigen. Dari situ dia paham,” tutur Chika.

Para ahli pendidikan anak juga menyebut stimulasi multisensorik — mencakup visual, auditori, taktil, dan motorik — mampu membangun fondasi kemampuan kognitif dan sosial anak di kemudian hari. Dengan stimulasi tepat, anak belajar problem solving sejak dini dan membangun critical thinking secara alami.

Chika menegaskan bahwa setiap anak memiliki ritme belajar berbeda. “Aku nggak suka bandingin milestone anakku dengan anak orang lain,” katanya. Ia percaya stimulasi harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan konsistensi agar anak tumbuh bahagia, percaya diri, dan kritis.

Baca Juga: Jalan Penghubung Candirejo-Sidorejo di Ponggok Blitar Rusak Parah, Pengendara: Bahaya Banyak Debunya

Editor : M. Subchan Abdullah
#pola asuh #parenting #nikita willy