BLITAR – Meski sudah berusia tujuh bulan sejak peluncuran perdananya, Poco X7 Pro justru makin menunjukkan taringnya di pasar smartphone menengah. Tak seperti kebanyakan ponsel yang harganya turun seiring waktu, harga Poco X7 Pro justru tetap stabil—bahkan cenderung naik. Fakta ini membuat banyak pengguna penasaran: apakah HP ini masih worth it dibeli di tahun 2025?
Update Rajin dan Minim Iklan Bawaan
YouTuber teknologi Nomo Go Greg melalui kanalnya mengungkapkan bahwa Poco X7 Pro mendapat tujuh kali pembaruan sistem selama tujuh bulan terakhir. Menurutnya, Poco pantas mendapat apresiasi karena begitu rajin merilis update, terutama dalam tiga aspek penting: security patch, bug fixing, dan penambahan fitur baru.
Dari sisi tampilan, antarmuka galeri kini lebih simpel dan rapi. Foto, video, dan hasil tangkapan layar sudah dikategorikan otomatis oleh sistem, memudahkan pengguna mencari file tertentu. Tak hanya itu, UI kamera juga makin intuitif, mudah dioperasikan satu tangan.
Yang paling disorot, iklan bawaan Poco kini berkurang drastis. “Beda banget, kayak langit dan bumi,” ujar Greg. Namun masih ada dua hal yang membuatnya kurang nyaman: notifikasi dari aplikasi bawaan yang perlu dinonaktifkan manual, serta pop-up aplikasi yang muncul setiap kali mengganti nada dering.
Performa Masih Perkasa untuk Harga Rp4 Jutaan
Di tengah gempuran ponsel baru, Poco X7 Pro tetap tampil tangguh. Berdasarkan uji benchmark Antutu, performanya memang sedikit menurun dibanding awal peluncuran, tapi dalam pemakaian harian tidak terasa signifikan.
Untuk aktivitas ringan seperti chatting, media sosial, hingga main game kasual, performa tetap mulus. Namun saat diuji memainkan Genshin Impact di setting highest 60 FPS, Greg menemukan penurunan frame rate dari 59 FPS menjadi sekitar 40 FPS setelah 30 menit bermain. Meski demikian, performa kembali stabil begitu suhu perangkat menurun.
Menurutnya, sistem pendinginan Poco X7 Pro memang cukup agresif. Karenanya, pengguna yang gemar gaming berat disarankan memakai kipas eksternal (fan cooling) agar performa tetap stabil. “Kalau mau performa gaming kencang tanpa drop, pakai fan wajib banget,” ujarnya.
Menariknya, dengan harga sekitar Rp4 juta, Poco X7 Pro masih belum memiliki lawan sepadan di kelasnya. Bahkan, Xiaomi 15 yang lebih baru dan menggunakan chipset serupa disebut tidak memberikan lompatan signifikan.
Kamera Masih Aman, Video Butuh Perbaikan
Dari sisi kamera, Greg menilai hasil foto Poco X7 Pro tetap konsisten sejak awal peluncuran. Warna tajam, detail bagus, dan dynamic range-nya stabil di berbagai kondisi cahaya.
Namun untuk perekaman video, belum ada pembaruan berarti. Di resolusi 4K 30 FPS, hasil video masih memperlihatkan jitter atau getaran halus yang mengganggu. “Kalau mau video yang benar-benar stabil, ya jangan berharap banyak di kelas harga segini,” katanya sembari menegaskan bahwa fitur video tetap cukup baik untuk kebutuhan harian.
Baterai Awet dan Pengisian Supercepat
Soal daya tahan, baterai Poco X7 Pro juga mendapat nilai tinggi. Setelah tujuh bulan penggunaan intensif, ketahanan baterainya tidak mengalami penurunan berarti. “Main Mobile Legends satu jam lebih masih kuat, nggak cepat panas,” ungkapnya.
Dengan dukungan fast charging 90 watt, pengisian daya dari 10 persen ke kondisi siap pakai hanya butuh waktu 10 menit. Meski belum memiliki fitur bypass charging, Greg berharap Poco bisa menghadirkannya lewat pembaruan berikutnya. Sebagai pembanding, Infinix GT 30 Pro yang lebih murah sudah mengusung fitur tersebut untuk melindungi baterai dari panas berlebih.
Desain Solid dan Tahan Banting
Satu hal lagi yang patut diapresiasi adalah build quality Poco X7 Pro. Greg mengaku ponselnya sempat jatuh, namun hanya mengalami sedikit goresan tanpa penyok. Bodi berbahan polycarbonate dinilai cukup kuat untuk pemakaian harian. Ia menyarankan agar pengguna tetap memakai soft case (jelly case) untuk perlindungan tambahan.
Kesimpulan: Masih Worth It di 2025
Secara keseluruhan, Poco X7 Pro dinilai masih sangat layak dibeli di tahun 2025. Pembaruan rutin, performa stabil, baterai awet, serta harga kompetitif menjadikannya pilihan menarik di segmen Rp4 jutaan. Meski kamera dan fitur video belum sempurna, keunggulan di sisi daya tahan dan kinerja membuatnya tetap unggul di kelasnya.
“Kalau kamu pengen performa kencang tanpa bikin dompet tipis, Poco X7 Pro masih terlalu dominan,” tutup Greg dalam videonya.
Editor : Anggi Septian A.P.