BLITAR — Enam bulan sejak perilisannya, Poco X7 Pro tetap bertahan sebagai salah satu smartphone mid-range terbaik di pasar Indonesia. Meski berada di kelas menengah dengan harga kisaran Rp 4 jutaan, performanya mampu menandingi perangkat flagship, bahkan disebut mampu “membungkam” dominasi chipset Snapdragon.
Dalam video ulasan terbaru, seorang reviewer independen menyebut bahwa Poco X7 Pro adalah contoh nyata kemajuan pesat kelas menengah. Ia mengaku tak lagi menggunakan smartphone flagship selama dua tahun terakhir karena spesifikasi di kelas mid-range kini sudah mendekati ponsel premium.
“Chipset kencang dengan RAM dan storage besar bikin HP ini berasa lega banget. Semua game dan aplikasi bisa dilibas tanpa hambatan,” ujarnya dalam review tersebut.
Performa Ngebut, Lawan Kuat Snapdragon
Ditenagai MediaTek Dimensity 8000 series, Poco X7 Pro mampu melibas berbagai game berat dengan stabil. Dalam pengujian, frame rate rata-rata mencapai 118 FPS untuk Mobile Legends, 91 FPS untuk Delta Force, dan 59 FPS untuk Genshin Impact.
Suhu ponsel juga tetap terjaga di kisaran 41 derajat Celsius, menunjukkan sistem pendingin yang efektif. Hanya game ekstrem seperti Watering Wave yang mampu membuat suhu naik hingga 43 derajat Celsius.
“Poco X7 Pro ini bisa banget ngebungkam fanboy Snapdragon. Semua game berat dilibas, dan performanya stabil banget,” lanjut sang reviewer.
Daya Tahan Baterai dan Pengisian Cepat
Untuk urusan daya, Poco X7 Pro mampu memberikan Screen On Time (SOT) sekitar 6,5–7 jam dalam penggunaan harian termasuk sesi gaming. Konsumsi daya juga cukup efisien — hanya sekitar 4% baterai untuk 15 menit bermain game.
Kekurangan kecilnya, ponsel ini belum dilengkapi fitur bypass charging, namun kecepatan pengisian dayanya dinilai “ngebut” sehingga masih nyaman digunakan sebagai daily driver.
HyperOS Stabil dan Minim Iklan
Sisi perangkat lunak juga mendapat sorotan positif. Poco X7 Pro sudah menggunakan HyperOS versi 2.0.202 yang berjalan stabil dan mendapat pembaruan rutin setiap dua hingga tiga bulan.
Selama empat bulan pemakaian, reviewer mengaku tidak menemukan iklan mengganggu maupun bug minor. Fitur interconnectivity juga memungkinkan pengguna untuk menghubungkan perangkat Xiaomi lain seperti tablet ke dalam satu ekosistem.
Menariknya, Poco menjanjikan update sistem operasi hingga Android 18, menandakan komitmen jangka panjang yang jarang diberikan di segmen menengah. “Poco X7 Pro tetap proper untuk dipakai jangka panjang,” tegas sang reviewer.
Layar Tajam, Tapi Ada Catatan
Bagian layar Poco X7 Pro juga mendapat pujian berkat reproduksi warna tajam dan bezel tipis proporsional. Dengan brightness tinggi, ponsel ini nyaman dipakai di bawah sinar matahari.
Namun, reviewer mengeluhkan touchscreen yang sempat kurang responsif. Setelah mengganti screen guard bawaan dengan tempered glass aftermarket, masalah tersebut langsung teratasi.
“Respons layarnya jadi jauh lebih baik, bahkan fingerprint scanner bisa tembus dengan lancar,” katanya sambil memberi saran agar pengguna lain juga segera mengganti pelindung layar bawaan.
Kamera Kelas Menengah Rasa Flagship
Meski bukan kamera profesional, Poco X7 Pro hadir dengan fitur mode Pro lengkap, termasuk preset untuk slow shutter, quick snap, dan documentary. Yang mengejutkan, kamera belakangnya sudah mendukung video recording 4K 60 FPS — fitur langka di kelas menengah.
Dalam uji coba, hasil video terlihat tajam dan stabil bahkan tanpa gimbal tambahan. Kamera depan juga dinilai “cakep” berkat dynamic range luas dan stabilisasi yang baik.
“Dipakai handheld tetap stabil. Buat vlogging harian, kualitasnya udah mantap banget di harga segini,” ungkapnya.
Desain Solid, Bobot Sedikit Berat
Poco X7 Pro masih menggunakan material plastik berkualitas tinggi, yang membuat bodinya tetap solid meski terasa agak berat. Namun hal ini dianggap wajar karena kapasitas baterai besar dan sistem pendingin yang mumpuni.
Secara keseluruhan, reviewer menyimpulkan bahwa Poco X7 Pro adalah pilihan terbaik di kelas mid-range tahun ini. Kombinasi performa, layar tajam, dan kamera stabil menjadikannya sulit disaingi.
“Beberapa kekurangan kecilnya masih bisa dimaklumi. Di kelas harga segini, Poco X7 Pro tetap raja mid-range yang sulit dikalahkan,” pungkasnya.
Editor : Anggi Septian A.P.