BLITAR – Infinix kembali bikin gebrakan di pasar smartphone murah lewat seri terbarunya, Infinix Hot 50. Dengan harga mulai Rp1,7 juta, ponsel ini sukses mencuri perhatian karena menawarkan spesifikasi kelas menengah, bahkan bisa dibilang “tidak masuk akal” untuk ukuran HP sejutaan.
Chipset Helio G100, layar Full HD+ 120Hz, kamera 50 MP, serta memori UFS jadi paket lengkap yang membuat banyak pengulas teknologi terheran-heran. David dari kanal YouTube GadgetIn pun menyebut Infinix Hot 50 sebagai “HP sejutaan yang speknya kelewatan bagus.”
Desain Tipis dan Tampilan Premium
Dari sisi tampilan, Infinix Hot 50 mengusung desain ramping 7,7 mm yang membuatnya tampak elegan di kelas harga Rp1 jutaan. Bagian belakang hadir dengan finishing mengilap berwarna Titanium Grey, sekilas mirip dengan desain Vivo V40 Lite yang harganya mencapai Rp3–4 juta.
Meski seluruh bodinya berbahan plastik, build quality-nya terasa cukup solid. Frame-nya diberi efek metalik dengan garis-garis halus yang memberi kesan premium. “Kalau sekilas, susah bedain mana yang harga Rp4 juta, mana yang Rp1,7 juta,” ujar David.
Layar Cerah dan Mulus 120Hz
Salah satu keunggulan utama Infinix Hot 50 terletak pada layar Full HD+ ber-refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga 800 nits. Artinya, tampilan layar terasa sangat mulus saat scrolling maupun bermain game. Bahkan di tingkat kecerahan 50%, layar sudah setara dengan cahaya lampu studio.
“Layarnya benar-benar ngebanting pesaingnya. Redmi 14C yang harganya hampir sama cuma punya resolusi 720p dan brightness lebih redup,” ungkap David.
Performa Gaming Kencang Berkat Helio G100
Ditenagai chipset MediaTek Helio G100, performa gaming-nya terbilang luar biasa untuk HP sejutaan. Saat diuji memainkan Mobile Legends: Bang Bang, Infinix Hot 50 mampu mencapai 90 FPS dengan grafis “High” tanpa kendala berarti.
Untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya tetap stabil dengan suhu maksimal sekitar 43 derajat Celsius. “HP lain di harga segini biasanya pakai Helio G85 atau G88. Tapi ini G100, dan hasilnya jauh lebih lancar,” kata David.
Dua Varian Memori, Pilih Kapasitas atau Kecepatan
Infinix menyediakan dua varian Hot 50:
RAM 6 GB + Storage 256 GB
RAM 8 GB + Storage 128 GB
Keduanya sama-sama dibekali teknologi UFS yang membuat proses loading dan transfer data jauh lebih cepat dibanding eMMC yang masih digunakan kompetitor seperti Redmi 14C. Sayangnya, belum ada varian yang menggabungkan RAM 8 GB dan storage 256 GB sekaligus.
Kamera 50 MP Tajam, Tapi Warna Agak Kontras
Kamera utama 50 MP Infinix Hot 50 dinilai cukup tajam untuk kelas harga Rp1 jutaan. Foto malam hari pun terbilang stabil asalkan pengguna sedikit sabar menunggu pemrosesan gambar.
Hanya saja, tone warnanya cenderung kontras—warna hijau terlihat lebih hijau, dan hitam lebih pekat dari aslinya. “Warnanya memang tidak natural, tapi buat harga segini hasilnya keren banget,” tambah David.
Kelemahan Masih Wajar untuk Harga Rp1 Jutaan
Meski speknya luar biasa, Infinix Hot 50 tetap punya beberapa kekurangan yang bisa dimaklumi. Speaker-nya masih mono, bukan stereo seperti seri Pro Plus, dan tidak dilengkapi gyro hardware, sehingga sensor geraknya berbasis software dan agak delay.
Namun, kelemahan itu terasa kecil dibandingkan performa, layar, dan daya tahan yang ditawarkan. Dengan baterai besar, desain elegan, dan performa gaming tinggi, Infinix Hot 50 menjadi opsi paling menarik di kelas Rp1 jutaan saat ini.
“HP sejutaan biasanya kompromi di banyak hal. Tapi Infinix Hot 50 ini anomali—terlalu banyak yang bagus,” tutup David.
Kesimpulan:
Infinix Hot 50 membuktikan bahwa HP murah tak selalu identik dengan kompromi. Dengan Helio G100, layar 120Hz, kamera 50 MP, dan storage UFS, perangkat ini menantang dominasi Redmi, Poco, dan Vivo di segmen entry-level. Kalau kamu mencari HP sejutaan untuk gaming dan multimedia, Infinix Hot 50 adalah pilihan paling rasional dan “terlalu worth it” di kelasnya.