BLITAR KAWENTAR - Daun kelor sejak lama dikenal sebagai “pohon ajaib” di India dan Nepal karena khasiatnya yang luar biasa. Kini, berbagai penelitian ilmiah juga membuktikan manfaat kelor bagi kesehatan, mulai dari menurunkan gula darah hingga melindungi fungsi ginjal dan hati.
Kelor atau Moringa oleifera merupakan tanaman tropis yang kaya nutrisi dan antioksidan. Satu cangkir daun kelor mengandung vitamin C, A, dan E lebih tinggi dibandingkan jeruk. Bahkan, daun kelor kering mengandung kalsium hingga 2.000 mg serta protein lebih tinggi daripada telur dan susu.
“Daun kelor terbukti dapat membantu menaikkan berat badan pada penderita gizi buruk, terutama pada anak-anak dan orang dewasa dengan anemia,” kata narator video. Kandungan zat besi di dalamnya juga membantu mengatasi kekurangan hemoglobin dalam darah.
Baca Juga: 6 Wisata Blitar Terbaru dan Hits 2023, dari Masjid Ar-Rahman hingga Candi Penataran
Selain itu, daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah. Kandungan bioaktifnya mampu menghambat penyerapan gula di saluran pencernaan dan meningkatkan produktivitas insulin. Konsumsi 500 mg daun kelor per hari disebut dapat menstabilkan kadar gula puasa maupun HbA1c.
Kandungan quercetin dan antioksidan di dalam kelor juga berfungsi melindungi hati dan ginjal dari kerusakan akibat obat-obatan. Riset menunjukkan konsumsi rutin kelor mencegah oksidasi lemak pada hati dan meningkatkan fungsi filtrasi ginjal.
“Secara ilmiah, kelor membantu detoksifikasi alami dan memperkuat organ vital tubuh,” ujar seorang ahli gizi dalam video. Hal ini menjadikan kelor populer sebagai bahan alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit degeneratif.
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, kelor layak disebut superfood alami dari alam tropis. Namun, penggunaannya harus sesuai dosis agar manfaatnya maksimal dan aman bagi tubuh.
Baca Juga: Kemenag Kabupaten Blitar Sebut Ratusan Ponpes Sudah Kantongi Ijop, Ini Penjelasannya
Editor : M. Subchan Abdullah