BLITAR KAWENTAR - Di era digital yang serba cepat, kemampuan teknis saja tak lagi cukup. Menurut Agus Halim, content creator sekaligus entrepreneur, keterampilan komunikasi justru menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang di masa depan.
Dalam salah satu video di kanal YouTube-nya, Agus Halim membagikan pengalaman pribadi ketika gagal meyakinkan calon investor. Saat itu, ia merasa gugup dan tidak percaya diri, meski memiliki ide yang bagus. Sang investor pun dengan jujur berkata, “Lu pasti gagal.”
Namun, pengalaman pahit tersebut justru menjadi titik balik. Agus menyadari bahwa ide hebat tak akan bermakna jika tak bisa disampaikan dengan jelas dan meyakinkan.
Agus menjelaskan, komunikasi efektif bukan sekadar berbicara. Ia melibatkan kemampuan memahami lawan bicara, menyusun pesan dengan struktur yang logis, dan mengekspresikan emosi secara tepat. Ia juga memperkenalkan framework “LATED” Location, Action, Thought, Emotion, Dialogue yang membantu seseorang membuat cerita menarik dan mudah diingat.
Menurut berbagai laporan global, keterampilan seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan berpikir kritis adalah tiga kemampuan yang paling dicari pada tahun 2030. Sejalan dengan pandangan Warren Buffet, yang menyebut kursus public speaking sebagai investasi terbaik dalam hidupnya.
Selain teori, Agus juga menyarankan pembelajaran praktis. Misalnya melalui buku On Writing Well karya William Zinsser dan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris seperti ELSA Speak, yang membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi lintas bahasa.
Kemampuan komunikasi efektif kini menjadi kunci utama menghadapi persaingan global. Ide yang brilian hanya akan berdampak bila disampaikan dengan cara yang benar.
Editor : M. Subchan Abdullah