BLITAR-Warga diimbau berhati-hati terhadap maraknya tautan palsu yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025. Belakangan ini beredar situs bsu.subsidiupah.com yang mengklaim bisa mengecek pencairan BSU tanpa menggunakan nomor KTP, cukup dengan nama dan nomor Telegram. Namun, setelah ditelusuri, situs tersebut terbukti bukan situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), melainkan jebakan penipuan digital.
Fenomena ini diungkap dalam kanal YouTube Petenggal Trijaya, yang membahas modus baru penipuan berkedok bantuan pemerintah. Dalam tayangan itu dijelaskan bahwa pelaku penipuan kini semakin canggih. Jika dulu mereka meminta data pribadi seperti NIK atau nomor KTP secara langsung, kini mereka memakai pendekatan baru: meminta nomor Telegram dan kode OTP untuk mengelabui korban.
Modus Baru: Tanpa KTP tapi Minta OTP
Menurut narasumber di video tersebut, situs bsu.subsidiupah.com dibuat sedemikian mirip dengan laman resmi pemerintah. Di sana tertulis keterangan bahwa penerima bisa mengecek status BSU senilai Rp600 ribu hanya dengan memasukkan nama dan nomor Telegram. Setelah data dimasukkan, pengguna akan diminta mengonfirmasi kode OTP yang dikirimkan melalui pesan.
“Begitu OTP itu diberikan, pelaku bisa mengakses ponsel korban dari jarak jauh,” ujar pembicara. Ia menjelaskan, kode OTP merupakan kunci keamanan digital yang tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. Jika disalahgunakan, pelaku bisa mengambil alih akses perangkat dan memantau aktivitas keuangan korban, termasuk login ke aplikasi perbankan.
Selain itu, beberapa situs palsu juga menyuruh korban mengunduh aplikasi tambahan dalam format APK. Setelah diinstal, aplikasi itu ternyata mengandung spyware atau virus peretas data, yang memungkinkan pelaku mencuri informasi pribadi maupun keuangan korban secara diam-diam.
Tampilan Meyakinkan, Tapi Bukan Resmi
Dari hasil penelusuran, domain bsu.subsidiupah.com baru dibuat pada 27 Juni 2025, dengan masa aktif hanya satu tahun. Situs ini juga tidak menggunakan domain pemerintah (.go.id), melainkan domain komersial (.com). “Artinya jelas ini situs abal-abal, bukan milik Kemnaker,” tegas narasumber.
Situs tersebut bahkan menampilkan logo dan elemen visual mirip halaman resmi BSU, lengkap dengan warna dan gaya tulisan menyerupai situs www.bsu.kemnaker.go.id
. Namun, ketika diperiksa, alamat kontak dan nomor layanan di dalamnya tidak valid, dan tidak bisa dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian.
Yang lebih mengkhawatirkan, akun media sosial yang menyebarkan tautan ini menggunakan nama “Bantuan Terbaru 2025” dengan jumlah pengikut sedikit. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa akun tersebut dibuat khusus untuk memburu korban penipuan BSU.
Kemnaker Punya Situs Resmi untuk Cek BSU
Sebagai catatan, Kementerian Ketenagakerjaan hanya memiliki satu situs resmi untuk pengecekan BSU, yaitu www.bsu.kemnaker.go.id
. Di situs inilah masyarakat bisa melakukan login menggunakan akun Kemnaker dan NIK yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui situs resmi itu, pengguna bisa mengetahui apakah mereka termasuk dalam daftar penerima BSU 2025 senilai Rp600 ribu, yang disalurkan lewat bank Himbara atau PT Pos Indonesia. Proses pengecekan ini tidak memerlukan nomor Telegram, OTP, atau instalasi aplikasi tambahan apa pun.
“Jangan mudah percaya kalau ada link yang katanya bisa cek BSU tanpa KTP. Itu jelas penipuan. Semua program bantuan pemerintah harus dicek di domain .go.id,” tegas pembicara dalam video Petenggal Trijaya.
Tips Aman Agar Tak Jadi Korban
Untuk menghindari penipuan serupa, berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan masyarakat:
- Pastikan alamat situs berakhiran .go.id sebelum memasukkan data pribadi.
- Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pemerintah.
- Hindari mengunduh aplikasi dari tautan tidak dikenal, apalagi jika dikirim melalui pesan Telegram atau WhatsApp.
- Gunakan perangkat terpisah untuk kegiatan perbankan online dan pendaftaran bantuan.
- Laporkan situs palsu atau akun penipu ke pihak berwenang atau Kementerian Kominfo.
“Intinya, kalau tiba-tiba ada yang menjanjikan uang cuma-cuma tanpa alasan jelas, itu hampir pasti penipuan,” pungkas pembicara.
Masyarakat diimbau semakin waspada terhadap modus digital yang kini makin halus dan meyakinkan. BSU 2025 memang nyata, tetapi hanya bisa diakses melalui situs resmi Kemnaker. Jangan sampai bantuan Rp600 ribu malah berubah jadi kerugian akibat tertipu situs palsu seperti bsu.subsidiupah.com.
Editor : Anggi Septian A.P.