BLITAR-Warga diimbau lebih waspada terhadap maraknya tautan palsu yang beredar di media sosial, terutama di Facebook, terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU) Agustus 2025. Baru-baru ini, sejumlah akun membagikan link yang diklaim bisa langsung mencairkan BSU tanpa perlu login akun Kemnaker maupun memasukkan nomor KTP. Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut terbukti hoaks.
Kabar palsu itu menyebutkan bahwa bantuan BSU 2025 sudah bisa dicairkan pada bulan Agustus melalui tautan khusus. Namun, menurut keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga pertengahan Oktober 2025, penyaluran BSU kuartal 3 dan 4 masih dalam tahap kajian, dan belum ada keputusan resmi mengenai waktu pencairan.
“Belum ada jadwal resmi pencairan BSU tahap berikutnya. Pemerintah masih mengkaji besaran dan mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah tahun 2025,” ujar sumber di Kemenkeu seperti dikutip dari siaran resmi, Rabu (15/10).
Situs Palsu Berkedok BSU 2025
Yang membuat publik semakin khawatir, tautan yang beredar di Facebook itu bukan berasal dari situs resmi pemerintah. Alamat tersebut bahkan menggunakan domain tidak lazim dan mengarah ke situs phishing—yakni laman tiruan yang dibuat untuk mencuri data pribadi pengguna.
Beberapa pengguna yang sempat membuka tautan itu melaporkan diminta mengisi nama lengkap, nomor Telegram, dan latar belakang pendidikan. Padahal, data semacam itu tidak pernah diminta oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam proses resmi BSU.
Modus semacam ini sering digunakan untuk mengumpulkan data pribadi, yang kemudian dijual atau disalahgunakan untuk tindak kejahatan siber. Dalam beberapa kasus, pelaku juga mengarahkan korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya (APK) yang bisa memantau aktivitas ponsel, termasuk transaksi perbankan.
“Kalau ada situs yang minta OTP, Telegram, atau mengarahkan ke instalasi aplikasi tertentu, sudah pasti itu penipuan,” ujar kreator konten edukasi digital, Sofwan Hadi, dalam video klarifikasinya di YouTube. Ia juga menegaskan bahwa semua link resmi BSU hanya berakhiran .go.id, bukan .com atau .org.
Kemenkeu: Masih Tahap Kajian, Bukan Pencairan
Kementerian Keuangan menegaskan, hingga saat ini BSU 2025 masih dalam proses koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan. Fokus pemerintah saat ini adalah mengevaluasi efektivitas penyaluran BSU tahap sebelumnya serta menentukan kelompok pekerja yang berhak menerima bantuan lanjutan.
BSU atau Bantuan Subsidi Upah sendiri merupakan program rutin pemerintah yang ditujukan bagi pekerja berpenghasilan rendah dan terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan. Tahun ini, nilai bantuannya diperkirakan masih di kisaran Rp600 ribu per penerima, meski skema penyalurannya bisa mengalami perubahan.
Baca Juga: BSU 2025 Cair Paling Lambat 14 Juni: Cek Penerima di Link Resmi Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan
“Informasi resmi hanya akan diumumkan lewat kanal Kemenkeu, Kemnaker, dan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi masyarakat diminta menunggu pengumuman tersebut,” tegas juru bicara Kemenkeu.
Cara Aman Mengecek Status BSU
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan BSU 2025, satu-satunya cara aman adalah melalui situs resmi pemerintah.
Berikut panduan singkatnya:
- Kunjungi situs www.bsu.kemnaker.go.id
- Login menggunakan akun Kemnaker (bisa daftar baru jika belum punya)
- Pastikan data diri sesuai dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Cek status penerimaan BSU di dashboard akun
Selain itu, informasi resmi juga bisa diperoleh melalui akun media sosial Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terverifikasi (centang biru).
Waspadai Hoaks Bantuan Pemerintah
Fenomena tautan palsu semacam ini bukan kali pertama terjadi. Sejak awal 2024, berbagai skema bantuan sosial kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjebak masyarakat. Karenanya, pemerintah terus mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur janji pencairan cepat.
“Tidak ada orang yang membagikan uang gratis tanpa mekanisme resmi. Kalau link-nya bukan dari domain pemerintah, jangan diklik,” tegas Sofwan Hadi.
Dengan meningkatnya kasus penipuan digital, kehati-hatian publik menjadi kunci utama. BSU 2025 memang akan segera digulirkan, namun bukan lewat tautan viral di media sosial, melainkan melalui saluran resmi pemerintah.
Editor : Anggi Septian A.P.