Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wisata Blitar, Dari Pantai Eksotis hingga Candi Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat Mudik

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Wisata Blitar, Dari Pantai Eksotis hingga Candi Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat Mudik
Wisata Blitar, Dari Pantai Eksotis hingga Candi Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat Mudik

BLITAR – Kabupaten Blitar ternyata punya segalanya. Dari pesona pantai selatan yang eksotis, wisata sejarah peninggalan masa lalu, hingga wisata edukatif yang cocok untuk liburan keluarga. Tak heran, wisata Blitar kini makin populer sebagai destinasi alternatif saat musim mudik tiba.

Pantai Eksotis di Selatan Blitar

Bagi pencinta ombak, Blitar bagian selatan menawarkan panorama laut yang memukau. Salah satunya Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates.

Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang cukup tinggi sehingga wisatawan diimbau berhati-hati dan tidak mandi di laut. Meski begitu, pemandangan pantainya yang alami tetap menjadi daya tarik utama.

Tak jauh dari situ, ada Pantai Peh Pulo di Desa Sumbersih, Kecamatan Pangururjo. Akses menuju pantai ini memang sedikit menantang, tapi keindahan alamnya membuat perjuangan terbayar lunas.

Banyak yang menyebut Peh Pulo sebagai “mini Raja Ampat”-nya Blitar karena gugusan pulau kecil dan laut birunya yang jernih.

Masih di kawasan selatan, Pantai Serang juga jadi favorit wisatawan. Selain panorama lautnya yang memesona, pantai ini menjadi lokasi upacara adat Larung Sesaji yang rutin digelar masyarakat setempat.

Sementara di Pantai Tambakrejo, wisatawan bisa menikmati kuliner ikan bakar segar sambil duduk santai di tepi pantai—suasana yang disebut-sebut mirip Pantai Jimbaran, Bali.

Wisata Sejarah, Jejak Bung Karno hingga Candi Penataran

Blitar tak hanya dikenal sebagai kota wisata alam, tapi juga sebagai tanah kelahiran proklamator Bung Karno.

Di Istana Gebang, pengunjung bisa melihat kediaman keluarga Bung Karno yang kini dijadikan museum sejarah.

Lokasinya berada di Jalan Sultan Agung Nomor 69, Kota Blitar, sekitar dua kilometer dari Makam Bung Karno yang juga ramai dikunjungi wisatawan untuk berziarah.

Menariknya, kawasan menuju makam ini kini disulap menjadi area city walk yang disebut “Malioboro-nya Blitar”. Suasana malam hari dengan lampu-lampu temaram menjadikan tempat ini cocok untuk jalan santai bersama keluarga.

Tak jauh dari sana, ada Candi Penataran, peninggalan Kerajaan Kadiri bercorak Hindu yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok. Candi ini dibangun oleh Raja Srengga pada tahun 1194 Masehi sebagai tempat pemujaan untuk menolak bahaya letusan Gunung Kelud.

Hingga kini, Candi Penataran masih menjadi ikon wisata sejarah Blitar yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Monumen, Taman, dan Wisata Edukasi

Selain wisata sejarah, Blitar juga punya Monumen Trisula di Kecamatan Bakung. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat dalam menumpas G30S/PKI di wilayah Blitar Selatan.

Untuk wisata keluarga, Taman Pecut di pusat Kota Blitar jadi pilihan menarik. Patung pecut raksasa di tengah taman menjadi landmark tersendiri. Saat malam tiba, air mancur menari diiringi musik dan sorot lampu warna-warni, menambah keseruan suasana. Tak jauh dari sini, wisatawan juga bisa mencicipi kuliner khas Blitar, yakni es pleret yang menyegarkan.

Blitar juga punya Ruang Terbuka Hijau Kanigoro yang sempat tutup saat pandemi, namun kini kembali dibuka untuk umum sejak April 2022. Tempat ini cocok untuk bersantai atau berolahraga ringan bersama keluarga.

Bagi pencinta wisata edukatif, Kampung Coklat di Kademangan wajib masuk daftar kunjungan. Di sini, pengunjung bisa belajar membuat dan menghias coklat, sambil menikmati live musik serta aneka kuliner berbahan dasar coklat. Produk coklat Blitar bahkan tak kalah dengan buatan luar negeri.

Tak jauh dari situ, ada wisata Petik Jeruk di Kawah Rontok Talun, tempat wisatawan bisa belajar cara memilih dan memanen jeruk langsung dari pohonnya. Sementara di Kesambi Treespark, pengunjung dapat menikmati udara segar sekaligus memberi makan rusa di area terbuka yang asri.

Wisata Alam Pegunungan dan Sungai

Untuk pecinta alam, Hutan Pinus Loji menjadi pilihan tepat. Area perkemahan dengan udara sejuk dan panorama pepohonan pinus menjadikannya lokasi favorit untuk berkemah. Tak jauh dari sana, Kebun Teh Sirah Kencong di lereng Gunung Kawi menyuguhkan pemandangan hijau yang menenangkan.

Ada pula Rambut Monte, wisata danau alami dengan ikan besar-besar dan suasana yang sejuk. Sementara di bagian selatan, Wisata Perahu Meronjo di Selopuro menawarkan pengalaman berkeliling Sungai Brantas hanya dengan Rp10 ribu saja. Bagi yang suka foto-foto, Sungai Lodagung juga menarik untuk dijelajahi. Deretan pohon jati di sepanjang sungai menjadi latar sempurna untuk konten media sosial.

Dengan berbagai pilihan wisata alam, sejarah, dan edukasi, tak heran jika wisata Blitar kini jadi magnet baru bagi wisatawan lokal. Seperti kata pembuat konten Vita dalam videonya, “Blitar itu random banget, friend. Tapi di sinilah kamu bisa menemukan semua—termasuk mungkin jodohmu.”

Editor : Anggi Septian A.P.
#candi penataran #pantai jolosutro #wisata blitar #kampung coklat #taman pecut blitar