BLITAR — Siapa yang bisa menolak pesona kuliner Kota Malang? Selain udaranya yang sejuk, Malang juga terkenal sebagai surga makanan legendaris yang menggoda lidah. Dari hidangan gurih hingga camilan manis, semuanya siap memanjakan para pencinta kuliner sejati. Berikut 10 kuliner legendaris Malang yang wajib kamu coba selama berkunjung ke kota bunga ini.
1. Rawon Nguling, Ikon Sup Hitam Khas Jawa Timur
Perjalanan kuliner di Malang tak lengkap tanpa mencicipi Rawon Nguling. Berdiri puluhan tahun lalu, rumah makan ini menyajikan sup daging sapi dengan kuah hitam pekat dari kluwak. Dagingnya empuk, kuahnya gurih, dan aroma rempahnya kuat — perpaduan sempurna bagi penikmat cita rasa khas Jawa Timur. Tak heran, Rawon Nguling selalu menjadi langganan wisatawan dan warga lokal yang rindu cita rasa autentik.
2. Ronde Titoni, Hangatnya Malam Malang Sejak 1948
Jika malam mulai dingin, kunjungi Ronde Titoni di kawasan pusat kota. Minuman jahe hangat dengan isian bola-bola tepung beras manis ini sudah menemani warga Malang sejak 1948. Wedang ronde buatan mereka terkenal karena kelembutan roncenya dan rasa jahe yang menenangkan. Tempat legendaris ini menjadi oase kehangatan di tengah dinginnya udara Malang malam hari.
3. Soto Lombok, Gurihnya Tradisi Sejak 1955
Nama Soto Lombok bukan berasal dari pulau Lombok, melainkan dari nama jalan tempatnya berdiri: Jalan Lombok, Malang. Dalam satu mangkuk, kamu akan menemukan nasi, ayam kampung, kentang goreng, tauge, kubis, koya kelapa, dan kuah kental beraroma rempah. Dikelola oleh generasi ketiga pendirinya, Hajah Maimunah, Soto Lombok sudah berdiri sejak 1955 dan tetap mempertahankan cita rasa orisinalnya.
4. Mi Gajah Mada, Si Kenyal Legendaris
Bagi penggemar mi, Mi Gajah Mada adalah destinasi wajib. Dikenal dengan mi ayamnya yang kenyal berpadu ayam kecap, sayuran segar, dan kuah kaldu gurih. Rasanya klasik, sederhana, tapi bikin ketagihan. Baik untuk makan siang maupun malam, Mi Gajah Mada selalu dipadati pelanggan setia.
Baca Juga: Produk UMKM Blitar Berhasil Tembus Pasar Dunia, Ini Produknya
5. Ayam Goreng Tenes, Juicy di Dalam Renyah di Luar
Satu lagi kuliner khas Malang yang menggoda: Ayam Goreng Tenes. Hidangan ini terkenal dengan tekstur ayamnya yang empuk dan kulitnya yang renyah sempurna. Disajikan dengan sambal pedas dan lalapan segar, menu ini cocok untuk makan siang bersama keluarga. Rumah makan sederhana ini selalu ramai pengunjung, terutama di jam makan siang.
6. Pecel Kawi Hajah Musilah, Sarapan Legendaris Malang
Kalau kamu mencari sarapan khas Malang, Pecel Kawi Hajah Musilah jawabannya. Berdiri sejak puluhan tahun lalu, pecel ini menawarkan kombinasi sayuran segar dengan bumbu kacang gurih dan sedikit pedas. Tambahkan tempe goreng, telur, atau sate agar lebih nikmat. Tak heran, Pecel Kawi selalu masuk daftar kuliner legendaris di Malang.
7. Sate Gebuk 1920, Lembutnya Daging karena “DigeBuk”
Nama Sate Gebuk berasal dari proses mengolah dagingnya — dipukul atau “digeBuk” hingga empuk sebelum dibakar. Warung yang sudah berdiri sejak 1920 ini menyajikan sate sapi beraroma asap yang khas, lengkap dengan sup dan rawon sebagai menu tambahan. Setiap tusuknya memancarkan cita rasa daging panggang yang autentik dan beraroma kuat.
8. Sambal Bawang Embok Jayus, Surga Pecinta Pedas
Penyuka pedas wajib mampir ke Sambal Bawang Embok Jayus. Warung ini menawarkan berbagai lauk goreng — dari ayam, tahu, hingga tempe — dengan sambal bawang khas yang menggigit. Tingkat kepedasan bisa dipilih sesuai selera. Tak sedikit pelanggan yang datang jauh-jauh hanya untuk menikmati sambal legendaris ini.
9. Depot Hok Lay, Nostalgia Kuliner Sejak 1946
Ingin merasakan nuansa tempo dulu? Kunjungi Depot Hok Lay. Berdiri sejak 1946, tempat ini terkenal dengan Cwi Mie khas Malang dan lumpia Semarang-nya yang renyah. Makanan di sini masih dibuat dengan resep turun-temurun keluarga. Menikmati sepiring Cwi Mie di Hok Lay seperti kembali ke masa lalu — sederhana tapi sarat kenangan.
10. Pos Ketan Legenda 1960, Penutup Manis di Alun-Alun Batu
Menutup petualangan kuliner di Malang, jangan lewatkan Pos Ketan Legenda 1960. Ketan kukus lembut disajikan dengan aneka topping seperti kelapa parut, gula merah, durian, atau keju. Sudah berdiri lebih dari setengah abad, tempat ini selalu ramai, terutama malam hari. Menyantap ketan hangat sambil menikmati suasana Alun-Alun Batu jadi pengalaman tak terlupakan.
Dengan deretan kuliner legendaris ini, Malang bukan sekadar kota wisata alam, tapi juga surga rasa yang tak ada duanya. Dari Rawon Nguling hingga Pos Ketan Legenda 1960, setiap hidangan menyimpan cerita panjang tentang tradisi, cita rasa, dan kehangatan khas Malang yang sulit dilupakan.
Editor : Anggi Septian A.P.