BLITAR KAWENTAR - Kebiasaan makan anak dibentuk sejak dini, termasuk preferensi terhadap rasa manis. Dokter anak mengingatkan bahwa terlalu sering memberi makanan manis dapat memengaruhi selera makan anak di masa depan.
Menurut dokter, anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis akan sulit menyukai makanan sehat yang rasanya hambar. “Kalau lidahnya sudah terbiasa manis, nanti yang pusing orang tuanya sendiri,” ujarnya sambil tertawa.
Masalah ini sering terjadi karena orang tua ingin anaknya makan banyak, sehingga memberikan makanan manis berlebih.
Padahal, gula berlebih tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga pada pola makan jangka panjang. Anak yang sulit menerima makanan tanpa rasa kuat akan menolak sayur, sop, atau makanan gurih lain yang dibutuhkan tubuh.
Baca Juga: BSU 2025 Cair Rp600 Ribu, Cek Rekening Himbara Penyalur dan Cara Pembaruan Datanya
Solusinya, orang tua perlu memperkenalkan variasi rasa alami sejak kecil. Misalnya, mengganti es krim dengan yogurt buah atau membuat jus tanpa tambahan gula. “Kita mulai mengurangi supaya lidahnya tidak terbiasa yang terlalu manis,” jelas dokter.
Membangun kebiasaan makan sehat tidak bisa instan, tetapi dimulai dari rumah. Dengan sedikit kesabaran dan kreativitas, orang tua dapat menumbuhkan generasi yang lebih sadar gizi dan tidak tergantung pada rasa manis buatan.
Baca Juga: 20 Tahun Mengabdi, Inilah Sosok Juru Pelihara Candi Kalicilik di Ponggok Blitar
Editor : M. Subchan Abdullah