BLITAR KAWENTAR - Bagi sebagian orang, tidur dengan lampu menyala terasa lebih nyaman. Namun, penelitian membuktikan bahwa kebiasaan ini dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memicu kenaikan berat badan tanpa disadari.
Paparan cahaya saat tidur malam ternyata berhubungan erat dengan peningkatan berat badan. Dalam American Journal of Epidemiology, para ilmuwan menemukan bahwa paparan cahaya malam hari dalam jangka panjang dapat memicu lonjakan berat badan, terutama pada perempuan.
“Cahaya pada malam hari dapat mengatur ulang ritme fisiologis, termasuk pola makan dan metabolisme,” tulis penelitian dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.
Artinya, tubuh menjadi ‘bingung’ menentukan kapan harus beristirahat dan kapan harus aktif, sehingga proses pembakaran energi terganggu.
Baca Juga: 3 Peluang Usaha di Desa yang Bisa Untung Rp400 Ribu Sehari, Nomor 3 Omzetnya Tembus Rp15 Juta!
Selain itu, hormon melatonin yang terganggu menyebabkan tubuh kesulitan mengatur rasa lapar. Hal ini membuat seseorang cenderung ngemil di malam hari, meskipun tidak benar-benar lapar.
“Ritme sirkadian yang terganggu dapat memengaruhi regulasi hormon leptin dan ghrelin, dua hormon penting yang mengatur nafsu makan,” jelas seorang pakar kesehatan tidur.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bukan hanya menyebabkan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes dan gangguan metabolik lainnya.
Untuk menjaga berat badan ideal, pastikan tidur dilakukan di ruangan gelap. Jika sulit, gunakan lampu tidur berwarna merah redup. Mengatur pencahayaan adalah langkah sederhana namun efektif untuk membantu tubuh menjaga metabolisme tetap seimbang.
Baca Juga: Rekening Non-Himbara Tak Jadi Masalah! Ini Solusi Resmi Kemnaker Lewat Burekol BSU 2025
Editor : M. Subchan Abdullah