Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Otak Mageran: Riset Ungkap Alasan Kita Gagal Konsisten

Sarulloh Adi Prayoga • Senin, 20 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Otak Mageran: Riset Ungkap Alasan Kita Gagal Konsisten
Otak Mageran: Riset Ungkap Alasan Kita Gagal Konsisten

BLITAR KAWENTAR — Sebuah video edukatif tentang perilaku manusia viral karena membahas alasan mengapa semangat perubahan sering berhenti di hari ketiga. Ternyata, penyebabnya bukan kurang motivasi, tapi cara kerja otak yang secara alami “mageran”.

Otak manusia dirancang untuk memilih jalur paling mudah. Saat seseorang mencoba membangun kebiasaan baru—misalnya bangun pagi, olahraga, atau berhenti menunda pekerjaan—otak menganggap hal itu sebagai ancaman terhadap kenyamanan. Akibatnya, muncul dorongan untuk kembali ke kebiasaan lama.

Pakar neurosains menyebut, sistem dopamin memainkan peran penting di sini. Dopamin adalah hormon yang memberi rasa senang saat seseorang melakukan sesuatu yang memuaskan. Namun, di era digital, dopamin sering “dibajak” oleh notifikasi, media sosial, dan hiburan cepat.

Baca Juga: Perempuan, Mimpi, dan Perjalanan Merantau: Cerita Inspiratif Lavina Sabila

“Begitu dopamin sudah tinggi di pagi hari karena scroll TikTok, pekerjaan produktif terasa membosankan,” kata seorang ahli perilaku digital.

Solusinya adalah dopamine detox — tidak menyentuh ponsel di jam pertama setelah bangun. Hal ini memberi ruang bagi otak untuk mengatur ulang ekspektasi kesenangannya, sehingga aktivitas sederhana seperti membaca atau menulis kembali terasa menyenangkan.

Pendekatan ilmiah ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung. Alih-alih bergantung pada niat, seseorang disarankan membangun sistem kecil yang membuat kebiasaan baik otomatis lebih mudah dilakukan

Baca Juga: Kabar Resmi! Gaji Pensiunan Naik 16 Persen Mulai 2025, Dijamin APBN dan Cair Awal Tahun

Editor : M. Subchan Abdullah
#malas #upgrade diri #tips