Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sensasi Nyemil Cilot Pak Thohir di Blitar: Idolanya Para Gen Z saat Kulineran Malam Hari

Nikmah Laila • Senin, 20 Oktober 2025 | 22:00 WIB

 

ANTUSIAS: Cilot Pak Thohir, jajanan favorit warga Sanankulon yang tak pernah sepi.
ANTUSIAS: Cilot Pak Thohir, jajanan favorit warga Sanankulon yang tak pernah sepi.

BLITAR - Perjalanan hidup Pak Thohir, penjual cilot asal Desa Njeding, Kecamatan Sanankulon, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, kesabaran, dan cita rasa khas, mampu membawa menuju kesuksesan. Siapa sangka, usaha yang dirintis dari jualan keliling ke berbagai desa, kini telah berkembang menjadi warung tetap yang tak pernah sepi pembeli.

Pak Thohir memulai usahanya tak lama setelah pandemi Covid-19 berakhir, tepatnya pada tahun 2022. Sebelumnya, dia sudah berjualan keliling selama 23 tahun menggunakan sepeda motor dengan gerobak kecil ke berbagai wilayah seperti Mbendo, Karangbendo, Ngoran, hingga Mringin.

Setiap hari, dia berangkat sejak siang hingga malam, berkeliling menawarkan cilot camilan berbahan dasar aci dan bumbu kacang kepada warga yang sudah mengenalinya dengan baik. “Mulai dari nol, keliling dulu. Alhamdulillah sekarang sudah ramai dan punya tempat sendiri,” tuturnya dengan nada syukur.

Kini, Pak Thohir telah memiliki warung cilot tetap di Jalan Ciliwung Nomor 207, tepat di depan Laboratorium Kesehatan Kota Blitar. Warungnya buka sejak pukul 07.00 pagi, berkolaborasi dengan nasi pecel di pagi hari, dan mulai ramai didatangi pembeli sejak pagi hingga dini hari.

Tak jarang, suasana warungnya begitu ramai dipenuhi anak muda yang nongkrong sambil menikmati cilot hangat. “Kalau malam, banyak anak muda nongkrong di sini. Tempatnya luas dan nyaman,” ujarnya bangga.

Salah satu rahasia kesuksesan Cilot Pak Thohir terletak pada cita rasa bumbu kacangnya yang khas. Bumbu tersebut dikenal lekoh, istilah Jawa yang berarti gurih, kental, dan kaya rasa.

Bumbu kacang itu berpadu dengan pilihan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan, mulai dari sambal biasa hingga saus super pedas yang menjadi favorit para penggemar kuliner ekstrem. “Pedasnya tergantung sambalnya. Yang paling pedas itu sausnya,” katanya sambil tersenyum.

Meski pembeli sering membludak, Pak Thohir tetap menjaga ketertiban di warungnya. Dia selalu mengingatkan agar semua pelanggan tetap antre sesuai urutan.

“Kalau ramai ya tetap harus antre, sesuai urutan. Semua tertib,” tegasnya. Ketertiban dan pelayanan yang ramah membuat pelanggan betah datang kembali. (mg5/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#jualan keliling #usaha #Kecamatan Sanankulon #Penjual #Cita Rasa Khas #cilot