Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap! Asal Usul Halloween Ternyata Bukan dari Amerika, Melainkan Festival Kuno Celtic yang Menakutkan Ini

Rahma Nur Anisa • Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:00 WIB

Halloween adalah campuran berbagai tradisi yang dijahit menjadi satu
Halloween adalah campuran berbagai tradisi yang dijahit menjadi satu

BLITAR KAWENTAR - Perayaan Halloween yang identik dengan labu berukir dan kostum seram ternyata berakar dari festival Celtic kuno bernama Samhain, jauh sebelum menjadi tradisi Kristen modern yang kita kenal saat ini.

Halloween, festival yang kini identik dengan pesta kostum dan permen, ternyata menyimpan sejarah panjang yang membentang ribuan tahun ke masa lalu. Dibalik keramaian dan labu berukir yang menghiasi setiap sudut kota, terdapat akar budaya yang jauh lebih dalam dan mencengangkan.

Nama Halloween berasal dari "All Hallow's Eve" atau malam sebelum Hari Raya Semua Orang Kudus. Kata "Hallow" dalam bahasa Inggris Kuno berarti orang suci. Perayaan ini telah ada sejak abad ke-4 Masehi ketika umat Kristen awal mendedikasikan hari tertentu untuk menghormati para santo dan santa.

Baca Juga: BSU 2025 Tahap 1 Cair untuk 2,4 Juta Pekerja, Sisanya Menyusul! Cek Nama Penerima di bsu.kemnaker.go.id

Pada abad ke-8, Paus Gregorius III menetapkan tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus untuk menghormati ribuan orang suci yang tidak memiliki hari perayaan khusus. Hari berikutnya, 2 November, menjadi Hari Raya Semua Arwah yang memperingati jiwa-jiwa di api penyucian.

Namun, banyak ahli sejarah meyakini bahwa asal usul sebenarnya dari Halloween dapat ditelusuri lebih jauh lagi, yakni ke festival Celtic kuno bernama Samhain.

Dalam mitologi Celtic pra-Kristen, Samhain adalah festival yang menandai dimulainya musim dingin. Perayaan ini selalu jatuh di akhir musim gugur, ketika cahaya musim panas memudar dan bagian tahun yang lebih gelap dimulai.

Baca Juga: Resmi! Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2025 Cair November, Naik hingga 12 Persen

Menurut kepercayaan Celtic, masa transisi ini adalah saat batas antara dunia manusia dan dunia roh berada pada titik tertipisnya. Hal ini memungkinkan roh-roh untuk menyeberang ke dunia manusia.

Catatan terbaik tentang Samhain berasal dari Irlandia, tempat banyak praktik pra-Kristen bertahan cukup lama hingga dapat didokumentasikan. Selama Samhain, roh yang dikenal sebagai "aos sí" dikatakan berkeliaran di negeri itu, sering kali dalam prosesi hantu.

Di antara makhluk menakutkan yang dipercaya muncul adalah Púca, makhluk pengubah bentuk yang sering mengambil wujud kuda hitam dan memikat wisatawan menuju kematian. Namun yang paling ditakuti adalah Banshee, hantu berwujud wanita tua yang teriakan mengerikannya dipercaya sebagai pertanda kematian.

Baca Juga: Mengapa Logika dan Perasaan Tak Sejalan Saat Jatuh Cinta: Pandangan Saintifik dari Ferry Irwandi

Untuk melindungi diri dari roh jahat, masyarakat Celtic membangun api unggun raksasa untuk menerangi desa mereka dan mengukir lentera dengan wajah menakutkan. Tradisi inilah yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan mengukir labu yang kita kenal sekarang.

Menariknya, lentera ukir paling awal bukan dibuat dari labu, melainkan dari lobak di Irlandia dan Inggris. Baru setelah imigran Irlandia tiba di Amerika, mereka mulai menggunakan labu karena lebih besar dan mudah diukir.

Samhain juga merupakan waktu untuk melakukan ramalan atau meramal masa depan. Salah satu tradisi populer adalah pria yang belum menikah mencoba menggigit apel yang mengapung di ember air. Orang pertama yang berhasil diyakini akan menjadi orang berikutnya yang menikah.

Baca Juga: BSU 2025 Cair Paling Lambat 14 Juni, Cek Nama Penerima di bsu.kemnaker.go.id dan BPJS Ketenagakerjaan

Seiring waktu, tradisi Samhain bercampur dengan perayaan Kristen All Hallow's Eve. Gereja Kristen sering mengadaptasi adat istiadat setempat, sama seperti Natal yang menyerap unsur-unsur festival musim dingin pagan.

Halloween modern adalah hasil percampuran berbagai tradisi dari berbagai budaya. Seperti monster Frankenstein, Halloween adalah campuran berbagai tradisi yang dijahit menjadi satu, membentuk perayaan unik yang kita kenal saat ini.

Meskipun telah berevolusi jauh dari akarnya, Halloween tetap mempertahankan esensi aslinya sebagai perayaan yang menandai transisi musim dan menghormati hubungan antara dunia kehidupan dan kematian. Festival ini mengingatkan kita pada ritual manusia yang telah membentuk peradaban selama ribuan tahun. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Banshee Radio #halloween #labu #celtic #samhain