BLITAR-Di balik sederhananya sebuah kedai makan di Pamulang, Tangerang Selatan, terdapat kisah panjang dan rasa yang membuat pelanggan terus berdatangan. Rumah Makan Rico Pamulang menjadi saksi perjalanan hidup seorang juru masak berusia 82 tahun yang masih aktif di dapur hingga hari ini. Tempat kuliner ini viral setelah dikunjungi YouTuber kuliner Farida Nurhan dalam kontennya yang mengulas masakan Chinese food dengan porsi besar dan harga terjangkau.
Sejak awal video, Farida mengajak penonton untuk melihat langsung kesederhanaan Rumah Makan Rico Pamulang. Meski tampil apa adanya, ia menegaskan bahwa rasa makanan di tempat ini jauh dari kata biasa. Kedai ini berdiri sejak tahun 1984, kala sang pemilik yang akrab disapa Engkong baru memulai bisnis kuliner bersama keluarga. Menu yang ditawarkan sebagian besar adalah Chinese food yang diracik dari pengalaman panjang bekerja di hotel sejak tahun 1960-an.
Tak hanya rasa, kisah hidup Engkong turut menjadi daya tarik. Pria yang lahir tahun 1940-an ini masih memasak sendiri di dapur dan dibantu anak serta cucunya. “Syarat awet muda itu tidak merokok, olahraga, dan banyak minum air putih,” ujarnya dalam video tersebut. Kebiasaan sederhana yang membuatnya tetap lincah di dapur Rumah Makan Rico Pamulang.
Pengalaman Panjang Sang Koki 82 Tahun
Dalam perbincangannya dengan Farida, Engkong bercerita bahwa ia pernah bekerja di Hotel Duta Indonesia pada tahun 1962, sebuah hotel legendaris di Jakarta. Setelah situasi politik 1965, ia pindah bekerja ke beberapa tempat termasuk Bandung dan Cengkareng sebelum akhirnya membuka warung makan di atas tanah bekas sawah yang ia beli seharga Rp120.000 pada masa itu.
Berbekal pengalaman profesional, cita rasa masakan Engkong tetap konsisten. Banyak pelanggan yang datang berkali-kali, bahkan dari luar kota. “Sudah berkali-kali makan di sini. Enak banget,” ujar pelanggan dari Jakarta yang kebetulan hadir saat proses shooting.
Harga Merakyat, Porsi “Borong Rezeki”
Farida Nurhan memperlihatkan sederet menu best seller yang ia coba langsung di lokasi. Di antaranya:
- Ayam goreng mentega
- Fuyung hai
- Cap cay
- Ayam kluyuk
- Udang jagung muda
- Mie goreng
- Nasi goreng
Harga setiap menu berada di kisaran Rp30.000–Rp45.000, namun porsinya cukup besar bahkan bisa disantap dua sampai empat orang. Ia memuji teknik masak Engkong yang membuat tekstur tetap crunchy dan rasa bumbunya medok namun pas di lidah.
“Ini rasanya kayak kalian makan di restoran bintang lima,” kata Farida sambil mencoba mie goreng yang menurutnya memiliki aroma smokey khas api besar ala dapur profesional.
Bertahan Melawan Gelombang Kuliner Baru
Meski kini bermunculan banyak restoran modern, Rumah Makan Rico Pamulang tetap setia pada resep keluarga dan pelanggan tetap dari warga sekitar. Engkong bahkan berhasil menyekolahkan anak hingga cucu dari usaha masakannya.
Kini, ia sedang bersiap untuk sepenuhnya menyerahkan tongkat estafet pada generasi berikutnya. Namun, ia masih akan terus memasak selama tubuh ini mampu bekerja. “Saya sudah tua, tapi tetap produktif,” ujarnya bangga.
Momen-momen jenaka pun menghiasi konten Farida. Sang YouTuber bahkan sempat dijodohkan dengan cucu Engkong, mengundang gelak tawa seluruh kru.
Tempat Sederhana, Rasa Tak Berubah
Di penghujung video, Farida memastikan bahwa ia akan kembali tanpa kamera untuk menikmati berbagai menu favoritnya. Ia bahkan bercanda ingin membeli rumah di sekitar Pamulang agar bisa sering makan di warung legendaris ini.
Kedai ini seolah menunjukkan pesan sederhana: kemewahan rasa tidak harus dibalut tampilan mewah. Cukup kejujuran rasa, kerja keras puluhan tahun, dan semangat yang tidak pernah padam — seperti Engkong yang tetap tangguh mengolah api di dapurnya hingga usia 82 tahun.
Editor : Anggi Septian A.P.