BLITAR-Wisata kuliner Blitar semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Kota Proklamator ini. Beragam menu lezat dengan harga terjangkau mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Dalam sebuah vlog terbaru, seorang food vlogger membagikan pengalamannya menjelajahi kuliner Blitar mulai dari kafe kekinian hingga makanan tradisional yang sudah melegenda.
Perjalanan kuliner Blitar dimulai dari Muro Kopi, salah satu tempat nongkrong populer yang berlokasi di Jalan Anjasmara, Kota Blitar. Kafe ini menyediakan area indoor dan outdoor yang nyaman, bahkan ada private room yang cocok untuk keluarga. Tidak hanya tempatnya yang instagramable, menu makanan dan minumannya juga tergolong lengkap dengan harga bersahabat.
Muro Kopi Anjasmara, Kafe Asyik Usung Menu Lengkap
Di Muro Kopi, pengunjung bisa menikmati menu mulai dari chicken steak, crispy chicken steak, hingga pilihan nasi goreng. Camilan seperti pisang goreng, dimsum mentai, hingga cireng bumbu rujak menjadi favorit banyak pelanggan. Sang vlogger memuji tekstur dan rasa tiap hidangannya—dimsum yang lembut berpadu saus mentai yang melimpah, serta cireng yang crispy di luar dan lembut di dalam.
Menu tempe mendoan juga menjadi andalan dengan sambal bawang yang pedas gurih dan disajikan dalam kondisi masih hangat. Untuk makanan utama, tersedia nasi ayam sambal matah, kue tiau nyemek, nasi goreng kampung, hingga mie nyemek dengan rasa yang tidak terlalu pedas, cocok untuk semua kalangan.
Martabak Holland Blitar: Kuliner Malam yang Wajib Dicoba
Tidak jauh dari Muro Kopi, terdapat penjual martabak telur dan martabak manis Holland yang telah dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di kota ini. Warga Blitar biasa menyebut martabak manis sebagai terang bulan. Proses pembuatan martabak yang disajikan langsung di hadapan pembeli menjadi hiburan tersendiri bagi pelanggan yang menunggu pesanan.
Beralih ke kawasan Jalan Merdeka, sang vlogger mencicipi kolak roti dan ronde, kuliner malam favorit warga Blitar. Lokasinya berada tepat di depan Blitar Town Square, menyuguhkan suasana malam yang semarak berkat lampu-lampu kota yang berderet rapi sepanjang jalan.
Kolak roti berisi roti lembut dengan kuah santan ditambah kacang hijau, ketan putih, dan mutiara. Sementara ronde menyajikan bola-bola berisi kacang tumbuk dalam kuah jahe hangat tanpa santan. Keduanya disebut memiliki rasa manis yang pas dan cocok dinikmati di malam hari.
Kuliner Tradisional Khas Blitar Tetap Jadi Idola
Tidak lengkap rasanya jika kuliner Blitar tanpa mencicipi makanan khasnya, yakni nasi pecel. Salah satu ciri khas nasi pecel Blitar adalah penggunaan bunga turi, daun pepaya, toge, tempe, tahu, dan peyek yang menggugah selera. Menariknya, satu porsinya hanya dibanderol Rp7.000 saja.
Setelah itu, sang vlogger mencoba jenang sumsum yang di daerah lain dikenal sebagai bubur sumsum. Dengan porsi cukup banyak dan hanya seharga Rp3.000, makanan tradisional ini menjadi pilihan sarapan yang ekonomis dan mengenyangkan.
Warung Kebon Rejo hingga Soto Sawah Ngadipuro
Petualangan kuliner kemudian berlanjut ke Warung Kebon Rejo di Desa Sumberrejo. Di sini tersedia menu rumahan seperti nasi jagung, sayur rebung, tumis daun pepaya, sambal petai, hingga ikan sapit dan opor ayam. Pengunjung dapat memilih sendiri lauk sesuai selera.
Untuk sesi sarapan berikutnya, vlog berlanjut ke Soto Sawah Ngadipuro. Seperti namanya, pengunjung dapat makan sambil menikmati pemandangan persawahan hijau yang menenangkan. Menu sotonya terdiri dari soto ayam dan soto daging, juga aneka gorengan mulai dari pisang goreng hingga sate telur puyuh dengan harga sekitar Rp2.000 per tusuk.
Food vlogger tersebut menutup vlognya dengan rasa puas dan mengajak para penonton menjelajahi kuliner Blitar yang menawarkan sensasi rasa, suasana, serta harga yang ramah di kantong.
Dengan semakin banyaknya pilihan kuliner Blitar, kota ini semakin layak menjadi destinasi wisata kuliner terbaik di Jawa Timur. Wisatawan yang datang bisa menikmati makanan kekinian sekaligus kuliner tradisional yang tetap dilestarikan warga lokal.
Editor : Anggi Septian A.P.