BLITAR KAWENTAR - Suaranya lembut, artikulasinya jelas, dan intonasinya tegas.
Begitulah kesan pertama saat mendengar Devira Widya Zahwani berbicara. Siapa sangka, perempuan asal Desa Pojok, Kecamatan Garum, ini kini berkarier di dunia kreatif digital.
Devira. sapaan akrabnya, menggabungkan dua keahlian sekaligus: voice over talent dan social media specialist di sebuah startup di Tangerang.
Perjalanan karier Devira tak terjadi begitu saja. Semua berawal dari bangku kuliah. “Aku dulu kuliah di jurusan film dan televisi. Waktu itu ada mata kuliah tentang baca berita dan isi suara liputan. Dari situ, aku mulai tertarik dengan dunia voice over,” ujar Devira.
Bakat berbicara dan ketertarikannya pada dunia suara membuat Devira mencoba peluang baru.
Awalnya, dia hanya bantu teman-temannya untuk mengisi suara liputan berita. Namun, dia berpikir bakatnya bisa membuahkan cuan.
Tahun 2022 menjadi titik awal Devira menekuni dunia voice over secara serius. Walau awalnya pesanan datang dari lingkaran teman kuliah dan rekan kerja, kini karyanya mulai dikenal lewat media sosial.
Bahkan, dia juga aktif berbagi tips melalui platform seperti TikTok.
Namun, suara bukan satu-satunya kekuatan Devira. Dunia digital marketing juga memikat hatinya dan hingga kini jadi pekerjaannya.
Dia mengaku mulai mengenal dunia media sosial sejak bekerja di Radio Patria Blitar, tempatnya dulu menjadi penyiar selama dua tahun.
“Waktu di radio itu kan kerja sif. Di luar jam siaran, aku bantu pegang media sosial-nya juga, belajar bikin konten, lihat engagement, dan dari situ mulai tertarik banget sama dunia media sosial,” tuturnya.
Kini, di tempat kerjanya yang baru, Devira memegang peran sebagai social media specialist merangkap content creator.
Dia tak sekadar mengunggah konten, tapi juga menganalisis data untuk memahami perilaku audiens dan menyusun strategi komunikasi digital.
Menurut Devira, menjadi social media specialist itu banyak tantangannya.
Maka dari itu, harus memahami strategi, data, dan perilaku audiens. Sebab, konten digital itu tidak bisa asal posting, namun harus tahu yang disukai netizen.
Perempuan berusia 24 tahun itu mengakui, meski kariernya sudah stabil, masih ada satu impian yang belum terwujud. Yakni ingin menjadi kreator konten mandiri dengan akun media sosial yang dimilikinya.
Namun, fokus terbagi dengan pekerjaan. Baginya, dunia digital adalah ruang tanpa batas untuk belajar dan berekspresi.
“Aku percaya semua hal bisa dikembangin asal mau belajar. Dulu aku cuma suka ngomong, sekarang bisa jadi karier. Dan aku yakin nanti bisa juga mewujudkan impian jadi content creator,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah