Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Penulis Novel Perempuan asal Blitar Spesialis Cerita Horor

Rahma Nur Anisa • Rabu, 12 November 2025 | 20:00 WIB
PRODUKTIF: Ciptakan lebih dari sepuluh buku dengan beragam judul sejak Covid 19.
PRODUKTIF: Ciptakan lebih dari sepuluh buku dengan beragam judul sejak Covid 19.

BLITAR - Siti Mutammimah, atau dikenal dengan nama pena Mimah Muzammil, membuktikan bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan penghalang untuk berkarya. Berawal dari kejenuhan saat pandemi Covid-19, perempuan asal Blitar ini menemukan passion-nya dalam menulis novel horor. Dia konsisten dan berani mengambil genre yang jarang diminati di tengah dominasi drama.

Awal mula perjalanan Mimah di dunia tulis-menulis dimulai dari tahun 2019. "Sebenarnya saya menulis di aplikasi, dari sana beberapa buku saya cetak," tutur Mimah.

Keputusan bergabung dengan grup WhatsApp penulis menjadi titik balik. Di sana, Mimah bertemu dengan penulis-penulis dari berbagai daerah yang saling berbagi tips, teknik bahasa, hingga strategi menarik perhatian pembaca di aplikasi.

Platform yang dipilih Mimah memiliki sistem yang membuat penulis bisa mengunci bab-bab tertentu dan pembaca harus membuka dengan koin yang bisa dibeli. Koin yang terkumpul akan masuk ke rekening penulis.

Tak hanya mengandalkan pendapatan digital, Mimah juga mencetak buku fisik meski terbatas. "Untuk terbi,  biasanya saya hanya mencetak seperlunya apabila ada pesanan dari pembaca, atau sengaja saya cetak untuk gift dan saya sumbangkan ke perpustakaan," katanya.

Keputusan Mimah menulis genre horor bukan tanpa pertimbangan. Di platform yang didominasi cerita drama rumah tangga dan romance, horor menjadi celah pasar yang jarang disentuh. "Sebenarnya karena gak banyak sih yang ambil genre horor, karena kebanyakan itu drama rumah tangga," ujarnya.

Namun, pilihan ini juga memiliki risiko. Meski begitu, Mimah merasa lebih nyaman menulis horor. "Menurutku lebih mudah aja tulisnya, karena lebih bisa bikin penasaran. D n juga karena saya sering juga dengar kayak hal-hal yang gak masuk akal, dan kayaknya bisa aja dimasukin ke novel," akunya.

Dari berita, video reels dan TikTok, hingga pengalaman dan cerita yang pernah ia dengar, Mimah mengolah cerita itu untuk dijadikan novel. Fleksibilitas ini membuatnya tak terpaku pada satu genre saja. "Sebenarnya gak horor semua, hanya beberapa buku yang horor. Ada juga buku yang genre rumah tangga, romance atau komedi lucu, tergantung mood nulis-nya aja," tuturnya.

Mimah memanfaatkan grup-grup promosi di Facebook dan Instagram untuk melakukan promosi. "Biasanya lewat grup-grup promosi di Facebook," katanya.

Respons pembaca umumnya berupa komentar "lanjut" atau "next", bintang rating, dan likes. Namun, Mimah mengakui tantangan semakin berat. "Untuk sekarang memang berat sih tantangan untuk dapat penghasilan di aplikasi lagi, karena beberapa grup Facebook untuk promosi banyak yang kena banned, dan juga sekarang banyak penulis yang menggunakan jasa promosi berbayar atau bayar promosi melalui aplikasi," keluhnya.

Seperti penulis lain, Mimah tak luput dari writer's block. "Biasanya jalan-jalan aja sih kayak ke sport center, nulis satu bab, atau berkebun, atau nonton drama Korea," ungkapnya.

Bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia menulis, Mimah berpesan untuk tetap konsisten dan semangat. “Kadang ada yang mau coba, tapi patah hati karena gak berpenghasilan dari menulis. Maka, niatkan kalau menulis itu bisa sebagai sarana healing, belajar, dan juga melatih kesabaran dan disiplin tinggi," terangnya. (*/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pandemi Covid-19 #berkarya #drama #menulis novel horor #ibu rumah tangga